Sabtu, 29 Agustus 2015

Sebenar-benar Datang adalah Pergi



Hari-hari seperti ini. Selalu terasa itu-itu saja. Hingga saat Tuhan berkata; “Waktumu sudah habis di tempat ini” barulah kita sadar bahwa kita sudah cukup lama. Itulah yang ku rasakan pagi ini. Ketika subuh masih tertinggal aromanya di menit ini, menemani setiap senti yang terlalui. Aku akan mengantarkan Rini ke rumah Verika untuk dirias. Dia akan yudisium hari ini. Tak terasa, waktu benar-benar akan nyata memisahkan.
Saat kita berpisah, kau pegang erat tangaku
Perlahan kau lepaskan pegangan tanganku
Aku lihat kau menangis…
Lambaian tanganmu masih ku ingat selalu
Itu yang terakhir ku melihat dirimu…
Lagu perpisahan dari IKLIM ku senandungkan dengan syahdu. Mewakili rasa yang kini ku rasa.