Benar kata Mario Teguh, hidup kita
ini lebih banyak memperbaiki yang salah daripada membanyak yang baru (yang
benar). Setelah Rini ke Puskom, aku berusaha memaksa diri untuk menulis.
Ternyata, rasanya cukup menyiksa ketika hati sedang tidak ingin menulis
sementara tangan ku paksa dengan logika untuk terus menulis. Jemari tak
selancar biasanya mengetik. Apa mungkin ini adalah pengaruh dari kecondonganku
mengetik di android beberapa hari ini ya? Soalnya, aku jadi lebih sering update
di Instagram karena dirasa lebih praktis.
Tapi, tidak bisa ku bohongi hati ini
bahwa lebih puas dan lebih lega ketika bisa menuliskan segala sesuatunya di
blog. Mungkin, akan lebih baik lagi kalau aku bisa update di semua medsos. Ya
Allah, bantu aku untuk terus berkarya tanpa harus menunggu mood dan keadaan
mendukung. Bantu aku memaksa diri melawan kemalasan dan penundaan. aamiin.