“Rin, kapan kita ke mana?”
“Ke mana?”
“Ya, kemana ajaaa.”
“El nyaa yang sok sibuk. Aku bisa-bisa aja nyaa.”
Hal-hal kecil yang tidak terselesaikan ternyata bisa menjadi
beban yang berat. Aku me-list apa saja yang bisa ku selesaikan hari ini.
Ngantar lauk dan buah ke tempat Nilam, ngembalikan buku dek Nila, ketemu PD I,
ngembalikan baju Vera, buang sampah yang numpuk di kamar, jual botol bekas.
Hemmm… lumayan juga ternyata hal-hal kecilku yang tak segera ku selesaikan
selama ini.
“El, sarapan yuk?”
“Aku udah makan roti Rin. Sarapanku selama diet ini 1
bungkus roti aja sebagai pengganti sarapan berat kayak biasanya. Tu masih ada
rotinya, ambillah Rin.”
“Ah, aku sendirian ajalah ke warung nyari sarapan. Pokoknya
nanti waktu aku pulang, El harus udah siap ya!”
“Lah? Aku kan sedang nyetrika iniii…. Mana bisa
ngebut-ngebut selesainya.”
“Daaa….”
Aku melanjutkan nyetrika sambil mendengarkan nasehat
bijaknya Mario Teguh yang berjudul ‘Keran Rezeki’. Aku selalu mendapatkan
kesegaran baru dari setiap video nasehat Mario Teguh ini. Dia bukan ahli agama,
tapi melaluinya aku seolah-olah sedang diajarkan agama dan selalu diingatkan
tentang Allah. I wanna be like him. Sama
sekali nggak menggurui, tapi semua orang dibuatnya belajar dengan sadar.
