
“Aaduuuuuuuuuuuuhhhhhh! Ya Allaahhhhhhhhhhhhhh..!” teriakku
sambil memegang betis. Seperti ada gumpalan di betis yang mengeras dan bergerak
semakin ke atas. Otot betisku serasa sedang dipilin saja. Ku tekuk kakiku
sampai meringkuk, demi mencegahnya menjalar tak terkendali.
“Aduuuuuuuuuhhh!” aku masih mengaduh. Sakitnya benar-benar
tak tertanggungkan. Kucing yang tidur di sebelahku pun sampai terbangung karena
suara gaduhku. Mataku masih tertutup, hanya rautku yang meringis.
Perlahan… aku kembali tak sadarkan diri. Rasa sakit tadi
perlahan mereda sementara badanku masih ku ringkuk.