Sabtu, 26 Desember 2015

Sampai Ia Berkata IYA kepada Dirinya



Motor melaju dalam kemudiku…
“Ini kita udah sampai desa apa Cin?”
“Koto Tuo.”
“Koto Tuo? Ini kan tempat KKNnya Bang *** kan?”
“Iyeeee.”
“Walaupun orangnya udah nggak di sini lagi, tapi kok rasanya senang banget ya Cin walaupun cuma ngelewati desanya aja? hehe. Lobay kan?”
“Sihiyyyyyyy.. walaupun dia nggak ada, tapi seolah-olah masih ada ya Cin?”
“Yuhuuuu. Eh, Abang tu kan perokok Cin. Jadi, aku tu udah nawarin dia minum kopi Radix. Kan bisa berguna juga tuh untuk mengurangi tingkat kecanduannya. Tapi, dia malah jawabnya gini; ‘Emmm… Gitu ya Lis? Tapi, Abang belum ingin dulu untuk sekarang’, artinya, secara sadar dia tu memilih untuk nggak menyembuhkan dirinya sesegera mungkin kan Cin?”