Motor melaju dalam kemudiku…
“Ini kita udah sampai desa apa
Cin?”
“Koto Tuo.”
“Koto Tuo? Ini kan tempat KKNnya
Bang *** kan?”
“Iyeeee.”
“Walaupun orangnya udah nggak di
sini lagi, tapi kok rasanya senang banget ya Cin walaupun cuma ngelewati
desanya aja? hehe. Lobay kan?”
“Sihiyyyyyyy.. walaupun dia nggak
ada, tapi seolah-olah masih ada ya Cin?”
“Yuhuuuu. Eh, Abang tu kan
perokok Cin. Jadi, aku tu udah nawarin dia minum kopi Radix. Kan bisa berguna
juga tuh untuk mengurangi tingkat kecanduannya. Tapi, dia malah jawabnya gini; ‘Emmm…
Gitu ya Lis? Tapi, Abang belum ingin dulu untuk sekarang’, artinya, secara
sadar dia tu memilih untuk nggak menyembuhkan dirinya sesegera mungkin kan Cin?”