Sabtu, 02 Januari 2016

Izinkan Ketulusan Melengkapi Kita



“Cin!” panggilku.
“Oikk?” jawab Lia tanpa mengalihkan pandangannya dari HP.
“Sebenarnya…. Ini menurut aku yaaa. Ujian terbesar bagi orang-orang yang mengaku faham tentang arti UKHWAH adalah ketika saudaranya… emmm….”
“Ke luar jalur?”
“Yap! Itu dia, Cin. Misalnya, nggak ngaji lagi kek, jarang nongol di syuro kek, pacaran kek, atau apalah yang sejenisnya tu. Sebenarnya di situlah hati ini diuji; sanggupkah kita tetap baik, ramah, hangat kepada saudara kita itu seperti sebelum dia berubah dulu? Dannn… makasih ya, mu tetap seperti ini kepadaku walau apapun yang terjadi, Cin. Karena, ada beberapa yang sikapnya berubah sama aku sekarang Cin,” jelasku.
Lia mengangguk, tersenyum. “Kalau bicara soal perubahan sikap orang kepada kita Ciinnnn… sebenarnya aku pun merasakannya.”
“Seriusan, Cin?”
“Ho’oh. Ntahlah ya kenapa bisa gitu, mungkin karena aku jarang datang atau gimana. Yang jelas, kita kan bica ngerasain hal itu kan Cin? Namanya aja berhubungan dengan hati, pasti hati kita bisa merasakannya.”