Sabtu, 17 Oktober 2015

Yang Kita Butuhkan Hanya TERBIASA



Aku kembali menikmati pagi bersamanya. Setelah seminggu lebih kami tak saling sempat bersua. Kami menikmati sarapan di tempat yang diperkenalkan Okta sebelumnya; di ujung jalan Bina Krida, di pangkal jalan Manyar Sakti. Sejak aku menjemputnya tadi, sudah banyak sekali hal yang ku ceritakan kepadanya. Dia pun demikian. Ternyata meskipun tidak bertemu, kami saling menyimpan cerita untuk dibagikan.

Adakah kita bisa terus bersama seperti ini, Rin?

Bisa. Jika dalam doamu selalu tersebut namaku dan dalam setiap doaku selalu tersebut namamu. Insya Allah. ^_^ untuk saat ini, jangan hiraukan perpisahan yang semakin dekat jaraknya dengan kita. Kita hanya perlu berpura-pura tidak melihatnya dan bersama-sama menghadapinya. Nanti.