Ada
rindu yang berguguran
ketika
aku berada di simpang tiga arloji
pada
sekelebat wajah
yang
membayang dalam tetes-tetes air mata
di atas bentangan sajadah
di atas bentangan sajadah
Rayuan dunia memang amat
melenakan
para pemuja gemerlap
Namun, wajahmu tetap menjadi kerinduan
Yang kerap mengisi setiap
ungkapan doa
Para mahkluk pengemis syafaat
Dalam rukuk sujud
Dalam ucap dan senyap
Dalam hirup dan hela nafas.
Dalam hirup dan hela nafas.
Perjuanganmu
membangun peradaban umat bermartabat
Tetap kan
gemilang, dan dikenang
Karena Engkau memang sosok pilihan.
Karena Engkau memang sosok pilihan.
Cacian, makian, hujatan yang tertampung di telingamu
Malah terpantul menjadi gemericik doa syahdu
Yang tiada jemu kau alamatkan kepada Sang Pencipta.
Wajar saja jika dirimu disanjung-sanjung semesta
Bahkan malaikat pun cemburu padamu
Yang tiada jemu kau alamatkan kepada Sang Pencipta.
Wajar saja jika dirimu disanjung-sanjung semesta
Bahkan malaikat pun cemburu padamu
# Puisi ini meraih juara 2 dalam lomba menulis puisi Isra Mi'raj oleh Al-Maidan FKIP UR 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar