Jumat, 19 Desember 2014

Bahkan Malaikat pun Cemburu Padamu

Ada rindu yang berguguran
ketika aku berada di simpang tiga arloji 
pada sekelebat wajah
yang membayang dalam tetes-tetes air mata
di atas bentangan sajadah
Rayuan dunia memang amat melenakan
para pemuja gemerlap
Namun, wajahmu tetap menjadi kerinduan
Yang kerap mengisi setiap ungkapan doa
Para mahkluk pengemis syafaat

Dalam rukuk sujud
Dalam ucap dan senyap
Dalam hirup dan hela nafas.
Perjuanganmu membangun peradaban umat bermartabat
Tetap kan gemilang, dan dikenang
Karena Engkau memang sosok pilihan.
Cacian, makian, hujatan yang tertampung di telingamu
Malah terpantul menjadi gemericik doa syahdu
Yang tiada jemu kau alamatkan kepada Sang Pencipta.
Wajar saja jika dirimu disanjung-sanjung semesta
Bahkan malaikat pun cemburu padamu

# Puisi ini meraih juara 2 dalam lomba menulis puisi Isra Mi'raj oleh Al-Maidan FKIP UR 2013

Tidak ada komentar: