![]() |
| Manjadda Wa Jadda !!! |
Dulu, aku juga seperti itu; serta merta menganggap Dia memang beruntung!, Dia memang hebat!, Ah hidupnya gampang banget ya!. Sekarang??? Aku mulai percaya rumus : sebab-akibat. Artinya, nggak ada yang kebetulan di dunia ini. Semuanya sudah diatur oleh-Nya. Tapi, ada sebagian takdir yang Allah berikan hak-Nya kepada kita untuk MENENTUKAN NASIB. Kalau kita mau pintar, ya belajar. Kalau kita mau kaya, ya bekerja. Kalau kita mau bisa naik sepeda, ya latihan naik sepeda. Begitulah rumusannya. Kata om Mario Teguh : Berusahalah! Tuhan akan memberikan KEAJAIBANNYA pada orang-orang yang berusaha.
So, guys, apapun yang kita mau, ternyata semuanya BISA. Allah nggak pernah membatasi hamba-Nya. Pernah lihat atlit PARALIMPIC? Ada yang nggak punya tangan dan kaki, tapi bisa jadi juara renang. Tapi yang biasanya jadi penghalang keberhasilan itu adalah "Aku udah coba, tapi tetap nggak bisa tuh!" pertanyaannya sekarang "memangnya sudah berapa kali nyoba?". Ada lagi yang pernah ku baca "Kalau belum merasakan sakit, belum sukses namanya!" hemmm agak ekstrim sih. Tapi, begitulah yang namanya perjuangan.
Rumusnya : MAU = USAHA KERAS+DOA = PANEN HASIL
![]() |
| Waktu = Pahala |
Setelah ikut pelatihan itu, aku iseng-iseng ikut LKTI di acara BEM FKIP EXPO 2012. Beuuhhh.... itu jadi pengalaman berharga banget sekarang. Ngerasain gimana sensai presentase di depan semua peserta dan ditanyain banyak hal oleh dewan juri. Dan??? Alhamdulillah aku dapa juara 2. Makin semangat deh buat nekunin dunia literasi yang satu ini.
Di akhir tahun 2012 itu sempet baca pengumuman seleksi MAWAPRES di mading-mading kampus. Saat itu aku bergumam sendiri "Belum saatnya aku nyusul kakak tahun ini. Persiapan masih jauh kak!" lalu aku berlalu dari brosur pengumuman itu. Tahun 2013 menyapa, aku udah bertekad untuk ikutan. Nyaris aja gagal setelah tahu bahwa tahun itu presentasi KTInya harus full english. Huft, bener-bener mau ngundurin diri. Bayangkan dalam waktu seminggu itu aku harus nyiapin KTI sekaligus bahasa inggrisnya. Untunglah ada Lia dan teman-teman yang mau ngajarin aku. Gak kalah pentingnya bang Zul sebagai MAWAPRES UR 2013 yang langsung turun tangan nyemangatin aku.
Cara praktis yang ku tempuh saat itu selain memaksa diri untuk terus speaking adalah dengan menggunakan jasa Google Translate. hehee... Jadi, KTInya ku copy paste ke google dan aku koreksi ulang. Lalu apa lagi??? Aku hafalin tuh ringkasan KTI dalam bahasa inggris itu (maklumlah, pemula). Hemm.... inget banget pas ditanya dewan juri, aku cuma ngasih jawaban yang asal ngena, simpel dan mungkin juri masih merasa kurang. Ya, aku akui, saat itu aku terpaksa berpura-pura mencintai bahasa Inggris yang selama ini aku hindari. hehe... Hasilna gimana? Allah masih berkata Tunggu dulu El, belum saatnya. Aku belum terpilih mewakili FKIP ke tingkat Universitas. Walaupun begitu, aku cukup berbangga menempati posisi ke-3. sedangkan 2 orang perwakilan FKIP itu adalah kak Vivien Anjadi Suwito dan Bang Fery.
Tahun 2014 tidaklah sesulit tahun 2013. Aku tinggal melanjutkan perjuangan. Inilah yang ingin selalu aku tanamkan kepada adik-adik di kampus, Coba saja dulu! Nggak perlu jadi sempurna untuk mencoba. Setelah kita tahu dimana kekurangan kita, perbaiki! Dan coba lagi!. Aku pernah berfikir apa jadinya aku kalau tahun kemarin gagal mencoba? Setidaknya tahun ini aku sudah lebih mantap dan percaya diri. Allah telah menempaku dalam waktu 1 tahun ini. Untuk mengasah bahasa Inggrisku, aku sempat bergabung di Englis Zone sejak Oktober-Desember 2013. Aku anjurin banget temen-temen buat gabung di komunitas ini. Gak cuma bahasa Inggris yang kalian dapat, tapi juga iklim positif dan semangat mereka untuk go abroad juga perlu diacungi jempol. Hampir tiap malam minggu tuh ada yang presentasi perjalanannya dari luar negeri. Keren banget toh???
Aku mengikuti 2 seleksi sekaligus. Seleksi MAWAPRES di FKIP dan KAPAL PEMUDA NUSANTARA (KPN) di hotel Akasia, Sudirman. Terpaksa harus bolak-balik. Tapi ya itu tadi, perjuangan nggak seberat tahun lalu, KPN juga adalah perjuanganku yang kedua di tahun ini. Alhamdulillah aku Juara 1 MAWAPRES di FKIP dan menyusul juara 3 di UR. Tapi KPNku menurun, tahun kemarin masuk cadangan 3, tapi tahun ini nggak masuk cadangan sama sekali. Insya allah tahun depan akan ku coba lagi.
Kalau denger cerita tentang Azhari (Juara utama), hemmm... luar biasa deh pokoknya. Siapa sih yang nggak kenal dia di fakultasnya (FISIP)??? Aku juga sering denger cerita beberapa orang hebat lainnya yang ternyata mereka memang udah sejak dulunya HEBAT. Oh, dia memang gitu orangnya, pinter, lincah menang sana-sini. Oh, si anu! Dia emang udah kayak gitu dari dulu kali!. Si anu emang kesayangan dosen tuh. Eh, kamu nggak tahu ya dia tuh pernah bikin dosen di UI terdiam loh!. Begitulah kira-kira komentar orang di sekelilingnya. Beda banget dengan aku. Kalau kalian 'bukan siapa-siapa' di masa lalu, selamat! Kalian tidak sendiri. Aku adalah salah satunya. Mungkin kalau ada orang yang nanya tentang aku ke temen lamaku, mereka akan dapet jawaban Dia tuh biasa aja loh kalau di sekolah!, Dia tuh jarang kok ikutan ginian dulu. Aku juga nggak terlalu kenal sama dia dulu!. Mungkin begitulah komentar mereka.
Organisasi? Waktu SD nggak pernah ikut apapun karena nggak ada yang mau diikutin. Paling-paling nge-MC di acara maulid nabi, protokol upacara. Waktu SMP pernah ikut Pramuka, tapi nggak lama, nggak betah karena sering dibentak. Waktu SMA pernah ikut Passus, nggak tahan karena nggak suka dibentak. Cuma Rohis yang aku ikutin sampek tamat SMA. Lomba? Pernah sakit hati karena nggak dipilih oleh sekola untuk ikut KTI. Sering banget ada diskriminasi rasanya, yang diutus ke luar sekolah yang itu-itu terus orangnya. Aku pernah ikutan lomba presentasi dan dapat juara 1 di SMA, trus OSN Kebumian sampek tingkat provinsi. Lumayanlah waktu kelas 2 SMA sempat nyicipin hotel bintang 4 di Pekanbaru. Juara umum? Jangan ditanya, anak2 IPS jarang banget megang gelar itu. Selebihnya aku hanya siswa biasa, belajar-pulang ke kosan-ngajar anak-anak ngaji-tidur-sekolah lagi.
Itulah secuplik hidupku yang dulu guys. Kalau kita bisa menabung waktu, pasti sekarang pas dibongkar banyak banget TABUNGAN WAKTUku (karena gak produktif). Coba aja aku udah terbiasa berkarya sejak dulu. Pasti hasilnya akan lebih AMAZING. Astaghfirullah, kita kan nggak boleh ya menyesali kayak gitu kan?. But, Late is better than never, right??? Kembali lagi ke rumus sebab-akibat tadi. Wajar saja mereka sehebat itu, kan mereka sudah memulainya sejak dulu. Artinya mereka menuai apa yang mereka tanam. Adil bukan???
TUGAS KITA ADALAH MENCIPTAKAN PELUANG MELALUI PENYEBAB ^_^
Akhir-akhir ini sering banget dibuat iri dengan teman-teman di sekitar yang prestasinya MELEJIT. Ada bang Hendra yang baru nerima penghargaan PEMUDA BERPRESTASI di yogya dan mau berangkat ntah kemana lagi tuh. Ada bang Yuspa Rizal yang udah nerbitin buku keduanya. Lah, Aku??? Belum ngapa-ngapain. Bang Yuspa.... Iri beneran liat buku-buku yang bang pamering di FB. Aku jadi merasa bersalah dengan nama FLP yang ku sandang. NEED MORE ACCELERATION!!!
Zona nyaman memang sering melenakan. Merasa udah menyelesaikan satu pekerjaan, akhirnya kita nyantai dan stagnan. Padahal kata Allah "Apabila kamu telah selesai dari 1 urusan, tetaplah (bersungguh-sungguh) urusan berikutnya". Boleh istirahat, santai, tapi jangan kelamaan. Kewajiban kita lebih banyak dibanding waktu yang tersedia.
HASIL TAK KAN INGKARI USAHA.
Bismillah ^_^



Tidak ada komentar:
Posting Komentar