Kamis, 11 Desember 2014

Last Day in UAS SMAN 12 Pekanbaru

Alhamdulillah semua tugas sebagai pengawas dan piket ujian telah selesai ku laksanakan. Sore ini menjadi kebahagiaan untuk anak-anakku di SMAN 12 Pekanbaru yang telah selesai menempuh ujian semester ganjil. Giliran anak-anak PPL dan guru-guru nih yang puyeng nginput nilai-nilai siswa. Setelah rapor dibagikan, barulah hati ini akan benar-benar lega.

Selamat Ujian anak-anakku ^_^
Baru kali ini aku berhasil menertibkan anak-anak sampat detik terakhir. Nyontek? Nggak usah ditanya deh, mereka pinter kode-kodean sama temennya. Di kelas-kelas sebelumnya lebih parah, mereka malah bergerombol di satu meja buat nyontek pas bel bunyi. Aku udah berusaha menghentikannya, tapi ya namanya mereka panik karena belum siap sementara udah bel. Kadang aku tarik kertas jawabannya, eh mereka malah bilang "Sabar buk. Kasihanilah kami buk". Walaahhh.... hahaa... Tapi yang hari ini agak beda. Mungkin karena pelajarannya penjas ya? Kan nggak ada rumus-rumus tuh. Sampai mereka ngumpul pun tetap terkendali. Nggak ada nyontek masal. heehe

Dulu, aku paling gengsi minta contekan. Kesannya nggak kerena aja. Makanya temen-temen ngira aku faham betul dengan soalnya. Padahal nggak juga, aku sering kok kebingungan bahkan nggak tahu apa jawabannya. tapi aku tetep cool coy.!!! hhee...Kalau udah kepepet banget (lupa rumus, gak teliti ngitung atau lupa kata kunci), barulah nanya. Itu pun nggak ke sembarang orang. Sama yang kapabel juga lah! Tapi yang sekarang aku liat jauh berbeda (nggak tahu deh di tempat lain), nyontek itu seolah jadi KEBUTUHAN UTAMA. Belum lagi berusaha, udah nanya ke temannya (sembarang orang yang penting dapat teriakan/kode jawaban). Aku bilangin, Berusahalah menghargai diri sendiri. Teman-teman yang lain juga sama kebingungan. Kalau jawaban sendiri kan lebih puas (walaupun salah juga)". Ada yang jawab "Kami punya moto bu, TOGETHER WE ARE STRONG. Kalau remed ya sama-sama bu". Owalah jawaban macam apa itu? hahaa... Guru yang tegas malah dibilang 'nggak asyik' karena nggak bisa nyontek. hemmm... Semoga kalian ditambahkan Ilmu sama Allah ya nak... biar faham dengan nilai hidup. ^_^

Kejadian kayak gini nggak cuma di sekolah aja sih sebenarnya, di kampus dan tempat lain juga banyak. Hemmm... kadang mikir, motivasi macam apalah yang bisa meningkatkan kepercayaan diri untuk nggak nyontek? Rindu banget dengan iklim positif yang menjunjung tinggi ILMU sebagai sarana pengembangan diri, bukan sebatas pencapaian nilai. Insyaallah, Man Jadda Wa Jadda!!!.
Ayo generasi muda, saatnya kamu bediri di atas kedua kakimu. JUJUR ITU HEBAT!!! Jadilah penerus yang berakhlak mulia dan berdaya saing ^_^

Ada 1 lagi yang berkesan. Kemarin di kelas X IPS, 1 jam pertama hening banget.  Mereka fokus dengan soal di tangan. Bener-bener nggak percaya kalau mereka anak-anak IPS. Pas aku lirik yang mau minta contekan, mereka langsung nunduk. Masih bisa lah dikasih tahu. Tapi pas anak-anak kelas sebelah selesai, malah pada ngode-ngodein mereka dari luar jendela, disitulah aku susah ngendalikan. Tapi nggak terlalu parah sih. So far, mereka asyik. "Nilai ujian ini kecil presentasinya nak. Yang lebih berpengaruh itu nilai-nilai harian, nilai tugas, nilai praktek kalian" kataku. Eh mereka jawab "Bu, Kurikulum 2013 tu nilai asli yang dipake bu. Makanya kami takut nilai kami jelek bu". Aku mengernyitkan kening, "Masa iya sih?". Yang lainnya ikut menyahut "Eee...ibuk ni nggak percaya. Bacalah berita buk. Emang nilai asli yang diambil bu". Wewww... nih anak pinter sekaligus kurang asem ngomongnya. Diam-diam aku memikirkan kalimat mereka. Aku yang belum tahu atau mereka yang sok tahu ya? Tapi ada beberapa hal yang jadi point dari kurikulum pendidikan selama ini:

1. Dalam proses pembelajaran, guru harus menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Tapi, pas giliran ujian? Tetep aja nilai 'angka' yang dijadikan patokan. Kalau mau bener-bener membangun karakter ya TOTALITAS donk. Sampai ke format penilaian pun ditekankannya pada aspek sikap (afektif), nggak perlu lagi pake standar ketuntasan. Karena sikap itu kan nggak bisa diangkakan sebenarnya. Setiap anak kan unik, bisa jadi nilai Kimianya rendah, tapi dia rajin, rapi, azan di masjid tiap istirahat Zuhur, dia harus dianggap tuntas nilainya. Kapan lagi kita belajar menghargai setiap potensi anak kalau masih berkutat pada pencapaian angka-angka nisbi? Kalau perlu, UN juga dihapuskan. Fokus saja pada penanaman nilai-nilai, insya Allah yang lainnya bakal nyusul juga terbangun. Karekter bangsa itu fondasi pembangunan yang nggak bisa ditawar-tawar loh. Ceee illeehhh ngomongnya. Ini menurut aku loh ya... Maybe another has other.

2. Akreditasi sekolah itu harus menilai sikap sosial warga sekolah tersebut. Aku kemarin sempet heran pas pertama kali PPL di SMA ini. Akreditasi udah A, aku baca di spanduk di ujung gang. Keren juga nih sekolah, fikirku saat itu. Walaupun agak ujung lokasinya tapi bagus kualitasnya. Gurunya memang oke-oke, ramah, kompeten, kami juga disambut baik kemarin. Yang bikin aku geram itu pas upacara, kok bisa-bisanya banyak banget yang nggak pake atribut lengkap? Bahkan pengibar benderanya juga gitu? Dan herannya mereka kok dengan pede baris di depan gitu. Apa nggak takut dihukum ntar? Jadi inget pas SMA dulu. Sebisa mungkin ngumpet kalau lupa bawa topi atau dasi pas upacara saking malu dan takutnya. Mereka juga sering banget pake baju beda-beda. Hari kamis contohnya, ada yang pake batik putih, batik biru, pramuka. Weleehhh...Belum lagi sama muridnya pas berpapasan nggak negur. Hemm.... Aku jadi bertanya-tanya sendiri. Belakangan, aku baru tahu dari pamongku, bu Dora, "Kan sikap siswa nggak termasuk penilaian Sa... Yang dinilai itu administrasi sekolah, pendidikan gurunya, trus......". Owalah.... pantesan ada ketimpangan. Alangkah baiknya kalau hebat akademis itu dibarengi hebat akhlak, bukankah begitu pemirsa???

Lain kali insyaallah aku akan nulis pengalaman ngajar di kelas yang sesuatu banget. Sampai-sampai kemarin aku sempat memutuskan untuk nggak jadi guru di sekolah. Tapi jadi tutor di tempat Kursus/Bimbel atau jadi Dosen sekalian. Mau tau alasannya kenapa??? Tetap stay tune in my blog sweet blog ini ^_^
 Saya undur diri dulu pemirsa... Assalamualaikum

Tidak ada komentar: