Senin, 15 Desember 2014

TIPS: Mau Jadi Apapun, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Masih inget ceritaku tentang MAWAPRES kemarin???
Setelah gagal di tahun 2013. Ada beberapa point penting yang ku catat :




(1) Prestasiku kurang
Baru sampai tingkat Universitas doank. MAWAPRES 2014 nanti, aku harus punya sertifikat prestasi tingkat nasional. Tapi, disuatu sore..... "Jangan yang nasional aja donk El! Kejar juga gih yang internasional!" saran Nika padaku. Nika ini-Nika Astuti lengkapnya- udah pernah ikutan SSEYAP (Pertukaran Pemuda Indonesia-Jepang-ASEAN), aku beruntung banget bisa kenal dan dekat dengan beliau. Mau tau kenapa dan gimana caranya? Bentar lagi aku bedah. Saat itu, aku hanya menjawab "Duh Ka... yang nasional aja aku kelimpungan nih. Apalagi mikirin yang internasional?". Nika jawab lagi "Eh, siapa tau aja kan? Sambil nyelam, minum air, tenggelam sekalian! ahhaaa". Diam-diam aku memikirkan berulang-ulang obrolan sore itu.


Daaann..... Taraaa....akhirnya aku punya 1 sertifikat Internasional. Walaupun programnya di negara sendiri-Jakarta-tapi pesertanya internasional, ada yang dari Jerman, Bangladesh, Filipina juga. Apa nama programnya? Rahasia! Karena itu bukan yang ingin aku ceritakan kali ini. Berbekal 1 sertifikat tersebut dan beberapa prestasi lainnya, aku semakin pede. MAWAPRES semakin terbuka jalannya.

(2) Bahasa Inggrisku kurang 
Di titik ini, aku baru nyadar, ternyata aku salah besar membenci bahasa inggris. Inilah yang dimaksud Allah 'Janganlah kamu terlalu membenci sesuatu karena boleh jadi itu akan menjadi yang sangat engkau cintai' begitulah kira-kira bunyinya. Aku disarankan bang Roy-waktu sama-sama ikut seleksi KPN-buat gabund di English Zone. Nah, buat warga Pekanbaru nih, monggo dateng ke sonoh. Full diskusi, full speaking, murah lagi. Di sinilah aku nemukan semangat untuk bisa ke luar negeri juga. Mereka bukan hanya orang-orang yan gpositif, tapi juga punya semangat yang tinggi. Indonesia bangga banget punya anak muda kayak kalian, guys!.

Perhatikan ini : Aku yang tadinya menganggap keluar negeri itu jauh dari harapan, tiba-tiba jadi antusias setelah kenal mereka di EZ. Apa hikmahnya??? Sebentar lagi kita ulas.

3. Informasiku kurang
Nah ini udah muali ke poinnya.!
Aku pernah dengar ini dari Nika: Who get the information, they will hold the world!!!
Artinya, siapa yang menggenggap informasi, ia akan menggenggam dunia. Segitu pentingkah informasi? Ya!!!

Falshback ke point 2 tadi. Aku bisa bermimpi keluar negeri karena kau dapat informasi tentang program-program kece dari temen-temen di EZ. Artinya, melalui mereka, aku punya referensi baru buat nampah deret mimpiku. Faham? Ok next.


Gara-gara ketinggalan informasi, orang bisa gagal. Gara-gara salah informasi, orang jadi rugi. Iya kan? Nah, ini nih yang ingin aku share ke kamu.....

Informasi itu bisa di dapet dari mana? Yup, bener. Dari internet, dari brosur, dari mading-mading. Tapi ada 1 sumber yang menggerakkan semua informasi tersebut. Siapa? Ya kita!!! Kita yang diciptakan oleh Yang Maha sempurna ini adalah perpanjangan tangan-Nya untuk berbagi. Nah, ini intinya, mau jadi apapun kita, yang kita butuhkan mutlak adalah INFORMASI. Bagaimana membuat informasi mengalir kepada kita? Perluas SILATURAHMI, belajar pada AHLINYA. Tulll gak?

Kita mau belajar nulis? Ya berguru sama penulis, bukan sama pemain basket. Belajar pada yang ahli itu akan menghemat 1/2 umur kita. Kita hanya perlu mengembangkan dan gak perlu mulai dari 0 sambil meraba-raba. So, gak usah pelit deh buat kenalan sama orang  dan memperluas relasi. Semakin luas, semakin bagus. Benarlah kiranya hikmah "Barangsiapa ingin ditambahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, sambunglah tali silaturahmi". Buang jauh-jauh gengsi kita. Kalau mau belajar, lupakan sejenak bahwa kita sudah lebih tau dari si guru. Terima dengan ikhlas apa yang diajarkannya.
***
Menjelang MAWAPRES 2014 kemarin, aku udah ngepoin bang Rahmat Adi Rianto (MAWAPRES 1 tahun 2013 dari UNS) dan bang Agus Widodo (MAWAPRES 3 tahun 2013 dari UNNES). Loh kok bisa? Nah, aku kan pengen banget berguru dengan SANG JUARA, trus aku iseng-iseng googling siapa sih pemenang MAWAPRES nasional tahun 2013? Aku nemuin nama mereka. Trus, aku blok deh nama mereka dan aku paste di pencarian FB, aku add akunnya dan mulai deh aksi kepo dilancarkan. Bukan hanya dibimbing, aku banyak banget dapet pelajaran dan hikmah dari mereka. Selamat wisuda bang Rahmat, beliau juga jadi wisudawan terbaiknya UNS tahun ini. Barokallahu bang.

Inget tadi kan gimana caranya? Dicari informasinya, diblok namanya, dicopas ke pencarian FB, di add (sebagai teman dekat kelau perlu) lalu kepoin deh! Tapi yang santun ya mbak bro.. heheh. Kenapa FB? Yah, karena menurutku, hari gini minimal orang punya FB lah. Makanya, akrab-akrablah dengan FB untuk meraup ilmu sebanyak-banyaknya. 

Kebiasaan tadi tetap berlanjut sampek sekarang. Kalau ada liat nama-nama pemenang apa aja (pemenang cerpen, resensi, KTI, novel), langsung aja deh aku lakuin cara yang tadi. Nggak terasa cuy, sekarang aku udah berteman dengan para pemenang. Kata orang Jawa itu Telaten namanya. Ada yang cuek, ada yang nggak terlalu terbuka, tapi ada juga yang baik hati bahkan mau nunjukkin karyanya buat aku pelajari. Ntar kalau ada info-info lomba/program/event, aku sering tuh ditag dan disharekan. Alhamdulillah. Sekali lagi, inilah hikmah silaturahmi. Apa, ulang lagi??? SILATURAHMI. Yap, bener. Masih banyak lagi hikmah-hikmah yang terserak di bumi Allah ini. Mari kita kutip!!!
Kuncinya : Nggak boleh sombong kalau ingin BELAJAR. Jadilah si GELAS KOSONG yang siap untuk diisi dengan ilmu baru. Siap memperluas silaturahmi??? HARUS!!! ^_^

Tidak ada komentar: