Huuaa... gak terasa tahun 2014 sebentar lagi akan berganti.
Banyak banget kisah yang udah terlewati di tahun ini.
Alhamdulillah aku sudah memetik banyak buah dari usaha-usaha yang ku tanam di tahun-tahun sebelumnya. 2014 telah menjadi tahunku yang lebih hebat, tahunku yang penuh warna, tahunku yang penuh hikmah.
Flasback sedikit ke belakang...
Tahun 2013 telah mengajari aku arti kegagalan, perjuangan, air mata dan kehilangan.
Orang yang sudah tertempa dengan yang belum pastilah hasilnya sangat berbeda.
Aku yang belum terbiasa dengan 'pahit'nya hidup ini, banyak mengeluh dan menyalahkan keadaan.
Untunglah Allah mengirimkan orang-orang berhati putih di sekitarku. Perlahan, aku mulai berfikir "rasanya, ada yang kurang dari usaha-usahaku".
Aku menemukan jawaban itu.
Di awal tahun 2014, aku mengoreksi diri dan ku temukan diriku berada dalam kelalaian yang nyaris akut. Aku sering kali bertengkus lumus mengejar IKHTIAR BUMI (baca: target-target duniawai), tapi melalaikan IKHTIAR LANGIT. Lalu, aku bergumam "Ohh,, aku lupa melibatkan-Mu ya Allah. Aku lupa melibatkan-Mu dalam setiap usahaku". Barulah aku sadari saat itu, aku tidak akan pernah bisa bertahan dengan kokoh kalau aku hanya mengandalkan KEKUATANKU YANG RAPUH. Ada kekuatan lain yang harus menjadi sandaran. ALLAH.
Makanya, aku paling suka dengan doa ini :
Ya Allah janganlah Engkau serahkan urusanku kepada diriku sendiri, barang sekejap pun ^_^
Kemudian di tahun 2014, aku mulai memperbaiki cara kerjaku. Tak jarang juga masih mengulang kesalahan yang sama. Tapi tak apalah daripada tak melakukan kesalahan sama sekali. *loh? kok gitu. Ya iyalah, kalau gak ada yang salah, gak ada yang mesti diperbaiki dunk!. Take it!. Alhamdulillah satu persatu mimpi-mimpiku terwujud. Disaat yang bersamaan, persahabatanku diuji dengan masalah yang cukup berat. Namanya sudah sayang, aku pasti akan sangat sulit melepaskan. Tapi, karena PERPISAHAN kali ini bukan untuk dipilih, maka aku AMBIL itu dengan IKHLAS. Aku yakin, Allah telah merencakan hikmah lain dibalik semua itu.
Orang-orang baru yang ku kenal bukan main lagi luar biasa. Aku mengenal saudara baru dari tanah air maupun negeri orang. GUGUR SATU, TUMBUH SERIBU. Kehilangan itu membuatku menemukan. Big Hug, Big Thanks, Big Love buat seorang sahabat yang Allah kirimkan untuk menguatkanku dan membersamaiku hingga saat ini. Namanya: Nurjamaliah. Orangnya cantik, baik, rajin, sabar dan suka menabung. Dia telah dipersiapkan Allah untukku sejak jauh-jauh hari sebelum masalah itu terjadi. Semoga persahabatan kita berkekalan hingga ke syurga.
Ada 1 hal lagi yang aku perbaiki di awal tahun 2014 lalu.
RESTU ALLAH ADALAH RESTU ORANGTUA.
Aku mulai belajar bagaimana bersifat ROMANTIS kepada mereka berdua.
Kadang, pagi-pagi aku kirimi mereka kalimat selamat pagi bidadariku, buat mommy.
Atau selalu mengakhiri telvon dengan kalimat : Mohon doanya selalu ya mi, pi, buat el di sini. Tanpa mereka, aku NOL besar. Disaat dunia menjauh, mereka hadir dan memberiku KEPERCAYAAN. Alhamdulillah berkat kepercayaan dan doa dari mereka berdua, keberangkatanku keluar negeri kemarin adalah SENDIRIAN. Aku hanya membawa bekal doa dari mereka untuk mengalahkan segala rasa takutku. Alhamdulillah aku menginjakkan kaki kembali juga dengan selamat. Terimakasih untuk mereka yang TERCINTA diatas segala cinta. Semoga Allah menyatukan kita di syurga-Nya kelak. Juga teramat luar biasa untuk adik-adikku yang menjadikanku bersemangat MENJADI KAKAK TERBAIK buat kalian. ^_^
Banyak aku dapati kekurangan-kekurangan dari diri ini. Kekurangan ini lebih bersifat internal, lebih merujuk kepada sifat lahiriah dan bathiniah yang harus aku perbaiki. Karena kalau berbicara soal pencapaian, menurutku segala keberhasilan dan kegagalan TETAPLAH SEBUAH PENCAPAIAN. Karena dari sanalah kita dibesarkan. Beberapa PR besar untuk diriku versi tahun 2015: segera lakukan, jangan tunda pekerjaan, lebih pede, lebih pandai memanage waktu, lebih berani tampil, lebih fokus, lebih totalitas lagi. Kenapa harus sifat yang lebih dahulu diperbaiki? Karena Sumber Daya Manusia itu letaknya di sini, *sambil nunjuk hati. Itu yang diungkapkan pak Almasdi diperkuliahan, aku masih ingat sekali. Artinya apa? Kalau kita membangun kecerdasan otak tanpa membangun karakter, hasilnya kita hanyalah NOL BESAR. Karakter adalah angka 1 sedangkan kecerdasan adalah angka 0. Gabungkan keduanya, maka kau akan menemukan 'sesuatu' dari sana.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW,
beserta para keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah,segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu) yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untukku dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan selama tahun ini semoga menjadi amal perbuatan yang Engkau ridhai. aamiinn
Banyak banget kisah yang udah terlewati di tahun ini.
Alhamdulillah aku sudah memetik banyak buah dari usaha-usaha yang ku tanam di tahun-tahun sebelumnya. 2014 telah menjadi tahunku yang lebih hebat, tahunku yang penuh warna, tahunku yang penuh hikmah.
Flasback sedikit ke belakang...
Tahun 2013 telah mengajari aku arti kegagalan, perjuangan, air mata dan kehilangan.
Orang yang sudah tertempa dengan yang belum pastilah hasilnya sangat berbeda.
Aku yang belum terbiasa dengan 'pahit'nya hidup ini, banyak mengeluh dan menyalahkan keadaan.
Untunglah Allah mengirimkan orang-orang berhati putih di sekitarku. Perlahan, aku mulai berfikir "rasanya, ada yang kurang dari usaha-usahaku".
Aku menemukan jawaban itu.
Di awal tahun 2014, aku mengoreksi diri dan ku temukan diriku berada dalam kelalaian yang nyaris akut. Aku sering kali bertengkus lumus mengejar IKHTIAR BUMI (baca: target-target duniawai), tapi melalaikan IKHTIAR LANGIT. Lalu, aku bergumam "Ohh,, aku lupa melibatkan-Mu ya Allah. Aku lupa melibatkan-Mu dalam setiap usahaku". Barulah aku sadari saat itu, aku tidak akan pernah bisa bertahan dengan kokoh kalau aku hanya mengandalkan KEKUATANKU YANG RAPUH. Ada kekuatan lain yang harus menjadi sandaran. ALLAH.
Makanya, aku paling suka dengan doa ini :
Ya Allah janganlah Engkau serahkan urusanku kepada diriku sendiri, barang sekejap pun ^_^
Kemudian di tahun 2014, aku mulai memperbaiki cara kerjaku. Tak jarang juga masih mengulang kesalahan yang sama. Tapi tak apalah daripada tak melakukan kesalahan sama sekali. *loh? kok gitu. Ya iyalah, kalau gak ada yang salah, gak ada yang mesti diperbaiki dunk!. Take it!. Alhamdulillah satu persatu mimpi-mimpiku terwujud. Disaat yang bersamaan, persahabatanku diuji dengan masalah yang cukup berat. Namanya sudah sayang, aku pasti akan sangat sulit melepaskan. Tapi, karena PERPISAHAN kali ini bukan untuk dipilih, maka aku AMBIL itu dengan IKHLAS. Aku yakin, Allah telah merencakan hikmah lain dibalik semua itu.
Orang-orang baru yang ku kenal bukan main lagi luar biasa. Aku mengenal saudara baru dari tanah air maupun negeri orang. GUGUR SATU, TUMBUH SERIBU. Kehilangan itu membuatku menemukan. Big Hug, Big Thanks, Big Love buat seorang sahabat yang Allah kirimkan untuk menguatkanku dan membersamaiku hingga saat ini. Namanya: Nurjamaliah. Orangnya cantik, baik, rajin, sabar dan suka menabung. Dia telah dipersiapkan Allah untukku sejak jauh-jauh hari sebelum masalah itu terjadi. Semoga persahabatan kita berkekalan hingga ke syurga.
Ada 1 hal lagi yang aku perbaiki di awal tahun 2014 lalu.
RESTU ALLAH ADALAH RESTU ORANGTUA.
Aku mulai belajar bagaimana bersifat ROMANTIS kepada mereka berdua.
Kadang, pagi-pagi aku kirimi mereka kalimat selamat pagi bidadariku, buat mommy.
Atau selalu mengakhiri telvon dengan kalimat : Mohon doanya selalu ya mi, pi, buat el di sini. Tanpa mereka, aku NOL besar. Disaat dunia menjauh, mereka hadir dan memberiku KEPERCAYAAN. Alhamdulillah berkat kepercayaan dan doa dari mereka berdua, keberangkatanku keluar negeri kemarin adalah SENDIRIAN. Aku hanya membawa bekal doa dari mereka untuk mengalahkan segala rasa takutku. Alhamdulillah aku menginjakkan kaki kembali juga dengan selamat. Terimakasih untuk mereka yang TERCINTA diatas segala cinta. Semoga Allah menyatukan kita di syurga-Nya kelak. Juga teramat luar biasa untuk adik-adikku yang menjadikanku bersemangat MENJADI KAKAK TERBAIK buat kalian. ^_^
Banyak aku dapati kekurangan-kekurangan dari diri ini. Kekurangan ini lebih bersifat internal, lebih merujuk kepada sifat lahiriah dan bathiniah yang harus aku perbaiki. Karena kalau berbicara soal pencapaian, menurutku segala keberhasilan dan kegagalan TETAPLAH SEBUAH PENCAPAIAN. Karena dari sanalah kita dibesarkan. Beberapa PR besar untuk diriku versi tahun 2015: segera lakukan, jangan tunda pekerjaan, lebih pede, lebih pandai memanage waktu, lebih berani tampil, lebih fokus, lebih totalitas lagi. Kenapa harus sifat yang lebih dahulu diperbaiki? Karena Sumber Daya Manusia itu letaknya di sini, *sambil nunjuk hati. Itu yang diungkapkan pak Almasdi diperkuliahan, aku masih ingat sekali. Artinya apa? Kalau kita membangun kecerdasan otak tanpa membangun karakter, hasilnya kita hanyalah NOL BESAR. Karakter adalah angka 1 sedangkan kecerdasan adalah angka 0. Gabungkan keduanya, maka kau akan menemukan 'sesuatu' dari sana.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW,
beserta para keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah,segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu) yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untukku dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan selama tahun ini semoga menjadi amal perbuatan yang Engkau ridhai. aamiinn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar