Tanpa
nada tanpa suara tanpa bicara
Tentang
bidadari berair mata
Untuk
bidadari beraroma doa
Mungkin
pada menit ini ia telah lelap
Membawa
penat seharian tadi
Tak
ada yang dibiarkannya tahu
Padahal
penat menjadi-jadi
Sekujur
tubuh dirambahi
Hanya
senyum yang dibeberkannya
Walau
tanpa melihat, aku tahu
Doanya
masih sama seperti dulu
Menitipkan
kami kepada waktu
Agar
tak perlu dirinya memberi tahu
Zaman
boleh pergi, doanya tetap untukku
#Untuk Ibu Puisiku
Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar