Sabtu, 28 Februari 2015

Huyaaah! Alang-alang!

"Kak pengen sepatu kayak ini lah El..."
"Itu seken loh kak"
"Gak penting doh El. Yang jelas berkualitas!"
"Yuklah El bawa kakak ke sana"
"Kemana?"

Menebas hiruk pikuk himpitan kendaraan di badan jalanan. Aku dan kak Dilla melengkapi perjalanan dengan cerita. Ia banyak berceloteh tentang maha kacaunya tes wawancara tadi. Aku turut menaruh iba. Tapi ntah mengapa, aku hanya tetap pada keyakinanku bahwa kak Dilla pasti LULUS. Insya Allah.
"Kita bukan sekedar belanja ke sini kak. Tapi lihatlah berapa banyak ekonomi pedagang di sini yang akan terbantu. Barang-barang di sini banyak diimport dari luar negeri kak. Yah... faham sendiri lah bagaimana kondisi barang bekas kan? Tapi kalau kita jeli, insya Allah dapet juga yang berkualitas".


Baru saja memasuki jejeran penjual tas, kami telah melirik banyak tas-tas ori yang ditawarkan dengan harga yang cukup membuat mata membulat. Tapi tidak semuanya deal untuk dibeli, karena antara harapan dan kenyataan yang belum sejalan (halaaah,,ngomong apa ini?). Setelah menelusuri lantai 1 dan 2, kami mendapatkan beberapa barang dengan harga yang fantastic. Apa aja barangnya? *rahasia donk...hhhe

Setelah sholat Ashar, di mushola lantai 1 SUZUYA...
"Kak, ini tas kok murah banget ya?"
"Iya. Kak rasa ibu tadi salah ngasih harga dek."
"Apa El tadi keterlaluan nawarnya kak?"
"Iya. Emang keterlaluan El" kata kak Dilla enteng.
"Trus El harus gimana kak? Perlu lak El balik ke atas?"
"Hhaha...gak usahlah dek. Rezeki El tuh. El gak liat ya tadi ibu itu ditagih uang sewa tempatnya sama ibu-ibu yang rambutnya pirang dan jutek?"
"Hah yang mana tu kak? Yang pake kaos putih pas kita mau pergi tadi?"
"Bukan. Itu gak galak, emang kawannya ibu itu puuun."
"Jadi yang mana kak?"
"Ada tadi. Merkea pake bahasa batak. Tahulah kak artinya. Ibu itu bilang kalau dia belum buka dasar, makanya dia rela ngasih harga murah buat El. Biar dia bisa bayar tagihan itu dek. Kasihan na kakak dek."
"Kok kakak bisa tau sih? kan kakak tadi lagi sibuk milih-milih juga dan El ajak bicara juga."
"Kakak emang gini dek. Walaupun lagi ngobrol sama El, tapi kak tetap tau apa yang terjadi disekitar."
***
Di perjalanan menyamai maghrib...

Tidak ada komentar: