Senin, 02 Februari 2015

Malam Tanpa Tamu


*Puisi ini termuat dalam 100 kontributor buku Antologi Puisi 'Syukur' oleh Rasselea Publishing. Enjoy It !!!
Kau ulang lagi puisi itu dan aku membacanya
“Akulah yang telah menyatukan hati. Engkau tidak akan mampu. Meski harta di bumi jadi penukarnya. Sekalipun!”
Demikan puisimu
Ah, aku bahkan tidak sedang lupa pada kenangan itu
Engkau malah ingatkanku
Atau barangkali ada yang belum aku lunasi dari waktu lalu laju tanpa menunggu
Biar ku coba ingat apakah itu ?
Aku kembali ke sebuah malam tanpa tamu
Di atas secangkir air mata yang didih tanpa gula rasa, aku menabur mantra
Mantra berkemenyan uap air mata
Air mata peninggalan wanita bermata kaca
Dia sahabatku. Dulu. Mantra ini penghiburku. Selalu. Ketika rindu.
Aaahhh… Aku sudah tahu apa maksud puisi itu !
Harus ku syukuri waktu walau lalu tanpa ku setuju
Karena tanpa begitu, aku tak kan tahu apa hikmah malam tanpa tamu. Malam itu.

#Pekanbaru, Februari sulung-2015 
: 23.37 pm

Tidak ada komentar: