Pagi-pagi ditelvon bang Adit untuk pembahasan program kerja FLP Ranting. Aku beringsut dengan amat malas, apalagi dengan kondisi leher yang belum juga membaik. Bang Adit, Azlina, Putri, Ainun sudah ada di pendopo balai bahasa Riau. Pembahasa agenda terdekat dan susunan pengurus yang baru. Udah hampir jam 11 barulah Elvira datang karena ada kuliah tadi. Nah, ada yang menarik dari Elvira. Dia suka banget nulis yang bertema Luar Negeri. Waww banget kan? Padahal dia belum pernah sekalipun ke Luar Negeri. Huaaah, doakan aku ya semoga dimudahkan jalan menuju jenjang tujuan dan dihadiahi berjalan-jelan ke luar negeri. Elvira bisa menuliskan berbagai tema negara hanya dengan modal membaca lalu ia benar-benar membayangkannya. Luar biasa banget nih pokoknya.
Aku permisi meninggalkan teman-teman FLP beberapa saat untuk meminta obat ke RS UR. Nggak bisa aku andalakan 'tanpa berobat-ku' yang sering aku lakukan. Kali ini aku memang benar-benar butuh cepat sembuh. Nggak mau juga kalau berlama-lama batuk, apalagi dulu pernah sampai 2 bulan nggak sembuh-sembuh. Sebab, batuk merambah jadi pilek dan demam. hiksss. Alhamdulillah cuma bayar Rp 6000 (untuk salah-satu obat yang berbayar). Lanjut ke BEM karena dipanggil bang Amri untuk tandatangan proposal. Jam 11.00wib lanjut ketemu PENAPPUCINO-ers. Wah, dek Romi memang korektor handal. Dia mengomentari cerpen-cerpen teman-teman yang lain yang luar biasa acak adutnya. Lucu deh dengerin dia ngomel-ngomel. Ada Novi, Lia, Joni, Anggi, Eri dan Eli.
"Apalagi baca puisinya Anggi itu. Huaaah, aku sampek nggak ngerti maknanya apa saking indahnya.
Di awal cerita, Anggi banyak nyebutin sebutan-sebutan aneh yang ntah apa itu, tapi seterusnya malah nama-nama itu nggak ada kontribusinya. Jadi, itu seolah-olah nggak berguna. Perbaiki lagi deh tuh, Cin," papar Romcek. Aku ngakak aja dengar mereka saling membela diri. huaahh.
Rahasinya adalah, aku aja belum bikin cerpen loh. Bahkan 1 patah kata pun belum. Husstt,, tapi diem-diem aja ya pemirsa, mereka nggak ada yang tahu kok. Kan yang penting nanti semua cerpen itu aku lagi yang ngoreksi. Baru deh aku selipkan cerpen eke saat itu. Lia juga belum ada nulis cerpen.
"Cin, segera ya! Segan sama adek-adek ini," pintaku ketika Lia menyalamiku sebelum pamit. Dia tidak menjawab, hanya tersenyum setengah tulus. Ah, apa mungkin aku yang keterlaluan menerornya? Aku tahu dia banyak tugas di DPM dan yang lainnya, tapi memang mau nggak mau dia juga harus komitmen dan perjuangin mimpi besar yang sudah ku sertakan bersamanya. Iya toh? Berarti aku nggak kejam kan, Cin? hihii...
Jam 14.00wib, aku menemui sesorang di pustaka. Ada bang Antoni Syafwan yang sudah menunggu di sana. Tak menunggu lama, datang pula dek (lupa namanya siapa) yang membantu bang Toni. Baru berbincang-bincang sebentar, batrai leptop bang Toni sudah low dan kami berpindah tempat ke sudut lain di kawasan hotspot ini untung mengecas leptop. Bang Toni cepet nyambung orangnya. Dia cukup cerewet, tapi setelah ke-cerewetannya itu ia mempersilahkan orang lain untuk gantian berbicara.
Satu per satu jemariku di letakkan di atas finger printing, dimulai dari tangan kiri ke tangan yang kanan. 20 menit menunggu hasilnya keluar, apakah jenis kecerdasan alamiku? Jreng-jreng jreng! Jenis kecerdasanku adalah FEELING EKSTROVERT(Fe). Waaahh, benar tebakan bang Wira. Berdasarkan penjelasan bang Antoni, ini yang bisa ku simpulkan :
1. Orang Fe akan bergerak berdasarkan mimpinya (the power of dream)
2. Filosofi tindakannya seperti api. Kalau sudah ingin, ya gimana caranya harus dapat. Kobarannya bisa melahap semua yang dirasa orang lain tidak mungkin. Tapi, bahayanya api adalah pantang tersiram air atau terterpa angin. Karena, bisa-bisa kobarannya terganggu atau padam. Nah, itu keynya. Kalau ragu-ragu, biasanya orang Fe nggak jadi melakukan
3. Orang Fe tidak mengejar uang yang utama, tapi ketenangan dan CINTA. Maka, cocoklah orang Fe bekerja di bidang social service.
4. Kekuatan utamanya adalah Telinga lalu Mulut.
5. Dikombinasikan dengan golongan darahku yang B, maka disimpulkan bahwa wajar aku punya hobi menulis karena gol B identik dengan imajinatif. Nah, egonya gol B cocok dengan filosofi api-nya Fe. Prikitiewww....
Terimakasih ya Allah telah memberitahuku semua ini. Aku jadi lebih mengenal diriku saat ini dan semoga aku jadi lebih mengenalmu. Uang Rp 250.000 ku bayarkan di tempat dan Rp 228.000 untuk bayar uang kos. Alhamdulillah bang Toni beli buku Januari 1. Cisss, foto bareng deh. ^_^ Semoga minggu depan bisa ikutan STIFIN COACHING yang tinggal nambah Rp 50.000 lagi.
Oh ya, aku nambah 1 referensi untuk melejitkan mimpi BIOSKOPku.
Ternyata sahabatnya bang Toni adalah penulis novel AKU, KAU dan KUA yang ternyata sudah difilmkan. Huaah, aku dikasih pin BBnya. Semoga ya Allah aku bisa memanfaatkan doi. Aamiin.
Aku permisi meninggalkan teman-teman FLP beberapa saat untuk meminta obat ke RS UR. Nggak bisa aku andalakan 'tanpa berobat-ku' yang sering aku lakukan. Kali ini aku memang benar-benar butuh cepat sembuh. Nggak mau juga kalau berlama-lama batuk, apalagi dulu pernah sampai 2 bulan nggak sembuh-sembuh. Sebab, batuk merambah jadi pilek dan demam. hiksss. Alhamdulillah cuma bayar Rp 6000 (untuk salah-satu obat yang berbayar). Lanjut ke BEM karena dipanggil bang Amri untuk tandatangan proposal. Jam 11.00wib lanjut ketemu PENAPPUCINO-ers. Wah, dek Romi memang korektor handal. Dia mengomentari cerpen-cerpen teman-teman yang lain yang luar biasa acak adutnya. Lucu deh dengerin dia ngomel-ngomel. Ada Novi, Lia, Joni, Anggi, Eri dan Eli.
"Apalagi baca puisinya Anggi itu. Huaaah, aku sampek nggak ngerti maknanya apa saking indahnya.
Di awal cerita, Anggi banyak nyebutin sebutan-sebutan aneh yang ntah apa itu, tapi seterusnya malah nama-nama itu nggak ada kontribusinya. Jadi, itu seolah-olah nggak berguna. Perbaiki lagi deh tuh, Cin," papar Romcek. Aku ngakak aja dengar mereka saling membela diri. huaahh.
Rahasinya adalah, aku aja belum bikin cerpen loh. Bahkan 1 patah kata pun belum. Husstt,, tapi diem-diem aja ya pemirsa, mereka nggak ada yang tahu kok. Kan yang penting nanti semua cerpen itu aku lagi yang ngoreksi. Baru deh aku selipkan cerpen eke saat itu. Lia juga belum ada nulis cerpen.
"Cin, segera ya! Segan sama adek-adek ini," pintaku ketika Lia menyalamiku sebelum pamit. Dia tidak menjawab, hanya tersenyum setengah tulus. Ah, apa mungkin aku yang keterlaluan menerornya? Aku tahu dia banyak tugas di DPM dan yang lainnya, tapi memang mau nggak mau dia juga harus komitmen dan perjuangin mimpi besar yang sudah ku sertakan bersamanya. Iya toh? Berarti aku nggak kejam kan, Cin? hihii...
Jam 14.00wib, aku menemui sesorang di pustaka. Ada bang Antoni Syafwan yang sudah menunggu di sana. Tak menunggu lama, datang pula dek (lupa namanya siapa) yang membantu bang Toni. Baru berbincang-bincang sebentar, batrai leptop bang Toni sudah low dan kami berpindah tempat ke sudut lain di kawasan hotspot ini untung mengecas leptop. Bang Toni cepet nyambung orangnya. Dia cukup cerewet, tapi setelah ke-cerewetannya itu ia mempersilahkan orang lain untuk gantian berbicara.
Satu per satu jemariku di letakkan di atas finger printing, dimulai dari tangan kiri ke tangan yang kanan. 20 menit menunggu hasilnya keluar, apakah jenis kecerdasan alamiku? Jreng-jreng jreng! Jenis kecerdasanku adalah FEELING EKSTROVERT(Fe). Waaahh, benar tebakan bang Wira. Berdasarkan penjelasan bang Antoni, ini yang bisa ku simpulkan :
1. Orang Fe akan bergerak berdasarkan mimpinya (the power of dream)
2. Filosofi tindakannya seperti api. Kalau sudah ingin, ya gimana caranya harus dapat. Kobarannya bisa melahap semua yang dirasa orang lain tidak mungkin. Tapi, bahayanya api adalah pantang tersiram air atau terterpa angin. Karena, bisa-bisa kobarannya terganggu atau padam. Nah, itu keynya. Kalau ragu-ragu, biasanya orang Fe nggak jadi melakukan
3. Orang Fe tidak mengejar uang yang utama, tapi ketenangan dan CINTA. Maka, cocoklah orang Fe bekerja di bidang social service.
4. Kekuatan utamanya adalah Telinga lalu Mulut.
5. Dikombinasikan dengan golongan darahku yang B, maka disimpulkan bahwa wajar aku punya hobi menulis karena gol B identik dengan imajinatif. Nah, egonya gol B cocok dengan filosofi api-nya Fe. Prikitiewww....
Terimakasih ya Allah telah memberitahuku semua ini. Aku jadi lebih mengenal diriku saat ini dan semoga aku jadi lebih mengenalmu. Uang Rp 250.000 ku bayarkan di tempat dan Rp 228.000 untuk bayar uang kos. Alhamdulillah bang Toni beli buku Januari 1. Cisss, foto bareng deh. ^_^ Semoga minggu depan bisa ikutan STIFIN COACHING yang tinggal nambah Rp 50.000 lagi.
Oh ya, aku nambah 1 referensi untuk melejitkan mimpi BIOSKOPku.
Ternyata sahabatnya bang Toni adalah penulis novel AKU, KAU dan KUA yang ternyata sudah difilmkan. Huaah, aku dikasih pin BBnya. Semoga ya Allah aku bisa memanfaatkan doi. Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar