Terjaga ketika Yaumil sedang berberes-beres untuk berpamitan.
Aku masih menggeliat, "Umil jalan kaki?" tanyaku.
"Iya Mamake, sekalian olahraga aja."
Hoaaammmm... aku pun masih malas beranjak dari tempat tidur. Setelah Yaumil pulang, giliran aku yang memulai hari. Karena sedang cuti sholat, aku langsung menghadapi laptop putih kecintaanku dan mulailah jemari menari. Kata Om Mario Teguh: kita lebih banyak memperbaiki yang lama daripada menambah nilai untuk yang baru. Aku anggap itu adalah nasihat luar biasa. Kebiasaan seseorang akan menentukan kesuksesannya. Kata orang, kalau mau jadi orang kaya ya harus membiasakan diri seperti orang kaya. Apa karakternya? Suka berbagi, positif thinking, tenang, tidak pelit, rajin bekerja de el el. Kalau mau jadi penulis, ya tinggal bentuk aja kebiasaan seorang penulis, misalnya: peka terhadap lingkungan, kemana-mana bawa notes buat nyatat ide-ide yang berseliwera, rajin membaca, rajin menulis yang jelas. Nah, itu dia kuncinya. Daaan, bayangkan jika itu semua udah tercapai, maka kita akan menjadi public figur. Seorang public figur tentu adalah orang yang memperhatikan penampilan, bangun tidur jam 04.00wib dan tahajud agar hati dan fikiran lapang, ramah-tamah, mulut dijaga, tampil rapi, on-time de el el. Karakter yang terkesan sepele ini bisa menjadi hal yang akan membuat seseorang jatuh kalau disepelekan. hikssss
Aku menghabiskan waktu untuk menulis hingga pukul 09.00wib.
Nah, ini dia. Aku nggak bisa patuh sama peraturan (termasuk yang aku buat sendiri).
Jadi, aku orangnya fleksibel. Ketika waktu luang, aku akan otomatis nulis atau melakukan hal lain. Setiap kali menemukan momen-momen menunggu juga seperti itu. Jadi, ketika sedang melakukan pekerjaan lain, ya nulis aku tinggalin dulu. Dan, timingnya sangat tidak teratur. hehe but, i am enjoy.
"Habis aku dibully di atas sama orang tu!" kata Rini tiba-tiba ketika baru masuk kamar.
"Emangnya mereka ngomong apa?"
"Orang tu nanya-nanya tentang PPRU. Trus, kata si kawan: Udahlah guys, Rini jiwanya sedang ingin berorganisasi," jelas Rini. "Trus, ditamba sama yang lain: Iya, tapi udah telat! Ketus pula bilangnya. Aku bilanglah ini bukan BEM, PPRU itu tim independen. Dibilang orang itulah: Kau kerjakan skripsimu itu, ngapain pula yang lain pula yang kau urus?. Trus aku bilang: Aku bosan! Dijawab lagi sama orang itu: Alaah, bukan ada kau kerjakan! Ntah iyalah tu bosan. Dah lah, diam aja lagi aku."
"Sabar ya bro. Jadi, latopnya si kawan tadi gimana?"
"Nggak ada pun yang rusak. Ngerjain aja dia. Aku bilang: mana yang mau aku rusakin ini?"
"Trus, apa yang Rini bilang waktu tadi turun ke bawah? Nanti keheranan pula kan."
"Sebenarnya yang dibilang orang tu benar. Cuma, nggak perlu lah ketus kayak gitu. Yang aku lakuin ini kan positif nyo. Daripada aku ikut-ikutan nongkrong nggak jelas.Ya, aku bilang aja makasih"
"Makasih buat apa?" tanyaku.
"Orang itu kan ngasih kue sama aku."
"Kue apaan? Baik kali orang itu?"
"Kue ulang tahun."
"Loh? Emang siapa yang ulang tahu?" tanyaku lagi.
"Aku looooh, Elll."
"Hah? Seirusan? Ya Allah, aku kok nggak ingat ya cin?" haha. traktir! traktir!."
Maaf ya cek, eke lupa hari ultahmu. hiksss
Lagi bokek pula. Pengennya ngasih supris buatmu. Tapi apa ya? Ah, belum kefikiran.
Jam 11.00wib, kami capcuss ke kantin Teknik. Makan ala prasmanan coyyy. Bisa ngambil nasi banyak-banyak dan lauknya tinggal milih. Rini cuma tempe 2 dan perkedel 1. Aku ikan laut tauco dan sambal terong. Heemmmm,,, nyam nyam nyam. Capcus setelah itu aku nongkrong di perpus UR dan Rini sholat Zuhur di samping rektorat. Jam 13.30wib aku anterin Rini ke BEM UR tapi sebelumnya tugasnya harus dilaksanakan dulu donk: fotoin aku. hehee
Kami hunt di stadion mini dan masuk ke atas tribunnya. wew, cantik euy pemandangannya.
Setelah baterai HP Rini low barulah kami akhiri semua ini .hehe
Giliran aku nemuin bu Tiko di Lemlit. Wah beliau tetap saja terlihat begitu cantik dan muda.
Belum apa-apa, aku udah dikasih jurnal yang dikelolanya. Judul bukunya PARALELLA.
"Sini ibu tandatangain dulu. Hemmm, apa ya pesannya. Semakin rajin nulisnya, yaaa," kata bu Tiko sambil menuliskannya di lembar ke dua buku. "Ini biasanya dijual dan harganya Rp 75.000 Lis. Tapi ini spesial dari ibu buat Elis."
"Wiiihhh...maacih bu. Spesial gift banget ini. Nah, kalau gitu Elis juga mau ngasih buku spesial buat ibu. hehe. Tapi, ini buku puisi bu. hehe. Nggak apa-apa ya, Bu? hee"
Aku nggak nyangka kalau bu Tiko menyambut baik pemberianku.
Ah, orang sebaik dan se-berilmu seperti dia memang luar biasa dalam pelayanan sosial. Syurga bagimu, Bu. Aaamiin. Sama seperti mami yang luar biasa banget buat kami anak-anaknya. lovu her! Bu Tiko juga menanyakan progress skripsiku. Dan beliau menyarankan agar aku make sure bahwa judulku di acc sama pak Riadi dulu, barulah bisa santai ngerjain proposalnya. Karena, nggak bisa dipastikan kalau seandainya tiba-tiba ada perubahan ketentuan, pergantian pengurus prodi atau yang lainnya. heemmm, makasih ya Bu sudah mengingatkan hal luar biasa ini! bismillah. semangat hari Sabut untuk ke prodi! Aku lihat Miming sering banget ke lemlit, ternyata dia nemuin bu Tiko buat bimbingan kata Inur yang juga ku temui di parkiran. Wah, semakin kurus aja dia. Lah aku?
Usai bertemu bu Tiko, aku bergegas ke BEM FKIP.
"Haayyyy cinnn?" sambut Okta, Romcek, dan Ditra bersamaan. Waahh, mereka ini selalu cerita. saluuttt.. hehe. Romi langsung aja menyodorkan berkas hijau berisi KTInya. hemmm, kece banget nih anak. Idenya masih segar. Akuntansi berbasis Teenlit guna Meningkatkan Motivasi Membaca dan Pemahaman Akuntansi Dasar. Jadi, doi bikin penjelasan persamaan dasar akuntanti itu dalam bentuk cerita remaja gitu, keren kan ciiin? Yoi! Adeknya siapa dulu, donk? haha
"Jadi berangkat ke Bengkulu, Cek?"
"Jadi Mbak!"
"Kapan?"
"Sore ini, cciiin."
wahhhh,,, pergi dadakan. Aku membonceng Novi, Ditra membonceng Romcek, Baby membonceng Putri, Rais membonceng Solihin. Kami mengantarkannya di dekat jembatan penyebrangan setelah lampu merah tabek gadang. Duh, aku rindu euforia ini! Sungguh! Aku rindu terburu-buru pergi, kalang-kabutnya, deg-degannya. Huhff.. aku rindu. Ciiin Liaa..kapan kita terbang berdua lagi? hiksss. Ampuun dah, si Romcek santai banget gayanya. Pakai sendal jepit warna merah, kemeja putih dan celana goyang warna hitam. hikss.. untung waktu dulu pergi sama aku nggak kayak gitu bentuknya. huaaahhh
Pas kembali ke BEM, dek Okta ngambek. "Lamaa kaliiiii?" gitu katanya. huh, dasar manja.
Kami membahas rundown acara seleksi dan penganugerahan MAWAPRES nanti. Dan, berkat diskusi juga bersama Yana dan aku akhirnya okta berhasil menyelesaikan tugasnya. Dia punya banyak ide-ide gila dan semoga besok ketika dibawa ke forum bisa disepakati. huaahh.
"Lumayan banyak juga Kak yang datang kemarin tuh. Kayak liwo gitu kegiatannya sih. Kajian abad ke-21. Wiihh, merinding kami dibuatnya, Kak. Kalau yang sebelumnya barulah bahas apa-apa yang penting kalau mau jadi pembicara, penulis atau pengusaha. Dan, kak Rika itu ngasih tahu seseorang bahwa dia itu harus mengubah attitudenya. Apalagi dia itu penyiar radio Kak, tapi agak sembarangan gitu sikapnya. Nah, itulah yang dinasehati oleh kak Rika. Kadang, hal-hal sepele itulah yang membuat banyak orang gagal. Kita itu pulic figur dan harus diperhatikan semua dari diri kita, karena orang lain pun ikut menilai kita. Gitu katanya, Kak," jelas Yana.
Luar biasa!
Mendadak jadi Rindu dengan Kak Rika. Apalagi setelah dek Yana mengatakan bahwa kemungkinan besar kak Rika akan hijrah ke Bandung dan hanya sekali-sekali aja ke sini. Hiksss,, seseorang yang sebenarnya bisa ku jadikan guru untuk hidupku tapi kurang ku yakini sebelumnya. Kak Rika, mungkinkah aku bisa dekat denganmu? huaahhhh. Malu rasanya, karena udah sejak awal nggak datang. Komitmen yang Kakak minta itu berat buatku Kak. Bukan aku nggak ingin komitmen dengan Kakak, tapi di tempat lain pun mereka menagih komitmenku. hiskss, maybe some day!
Malamnya, ketika aku sedang asyik menari di atas keyboard, tiba-tiba Umil datang dan membawa seorang adek. Mau mabit di sini sambil meminta tolong aku bantuin KTI MAWAPRES mereka. Dengan senang hati, tapia tunggu dulu, kasurnya nggak muaaat, gimana ini?
"Tidur di lantai pun kami rela, Mamakeee," pinta Yaumil
Dan aku mengabulkannya. Meskipun aku merasa segan karena separuh badan kami harus hanya beralaskan selimut. hihiii. dingin euy. Tapi nggak apa-apalah yang jelas mereka sedikit terbantu.
Buat dek May, semoga idenya segera dapat kemantapan hati!
Semoga hari ini segera diberi Allah petunjuk untuk idemu yang aneh-aneh itu ya, Dek.
Silahkan datang kemari kapan pun mau... Love u because Allah. ^_^
Aku masih menggeliat, "Umil jalan kaki?" tanyaku.
"Iya Mamake, sekalian olahraga aja."
Hoaaammmm... aku pun masih malas beranjak dari tempat tidur. Setelah Yaumil pulang, giliran aku yang memulai hari. Karena sedang cuti sholat, aku langsung menghadapi laptop putih kecintaanku dan mulailah jemari menari. Kata Om Mario Teguh: kita lebih banyak memperbaiki yang lama daripada menambah nilai untuk yang baru. Aku anggap itu adalah nasihat luar biasa. Kebiasaan seseorang akan menentukan kesuksesannya. Kata orang, kalau mau jadi orang kaya ya harus membiasakan diri seperti orang kaya. Apa karakternya? Suka berbagi, positif thinking, tenang, tidak pelit, rajin bekerja de el el. Kalau mau jadi penulis, ya tinggal bentuk aja kebiasaan seorang penulis, misalnya: peka terhadap lingkungan, kemana-mana bawa notes buat nyatat ide-ide yang berseliwera, rajin membaca, rajin menulis yang jelas. Nah, itu dia kuncinya. Daaan, bayangkan jika itu semua udah tercapai, maka kita akan menjadi public figur. Seorang public figur tentu adalah orang yang memperhatikan penampilan, bangun tidur jam 04.00wib dan tahajud agar hati dan fikiran lapang, ramah-tamah, mulut dijaga, tampil rapi, on-time de el el. Karakter yang terkesan sepele ini bisa menjadi hal yang akan membuat seseorang jatuh kalau disepelekan. hikssss
Aku menghabiskan waktu untuk menulis hingga pukul 09.00wib.
Nah, ini dia. Aku nggak bisa patuh sama peraturan (termasuk yang aku buat sendiri).
Jadi, aku orangnya fleksibel. Ketika waktu luang, aku akan otomatis nulis atau melakukan hal lain. Setiap kali menemukan momen-momen menunggu juga seperti itu. Jadi, ketika sedang melakukan pekerjaan lain, ya nulis aku tinggalin dulu. Dan, timingnya sangat tidak teratur. hehe but, i am enjoy.
"Habis aku dibully di atas sama orang tu!" kata Rini tiba-tiba ketika baru masuk kamar.
"Emangnya mereka ngomong apa?"
"Orang tu nanya-nanya tentang PPRU. Trus, kata si kawan: Udahlah guys, Rini jiwanya sedang ingin berorganisasi," jelas Rini. "Trus, ditamba sama yang lain: Iya, tapi udah telat! Ketus pula bilangnya. Aku bilanglah ini bukan BEM, PPRU itu tim independen. Dibilang orang itulah: Kau kerjakan skripsimu itu, ngapain pula yang lain pula yang kau urus?. Trus aku bilang: Aku bosan! Dijawab lagi sama orang itu: Alaah, bukan ada kau kerjakan! Ntah iyalah tu bosan. Dah lah, diam aja lagi aku."
"Sabar ya bro. Jadi, latopnya si kawan tadi gimana?"
"Nggak ada pun yang rusak. Ngerjain aja dia. Aku bilang: mana yang mau aku rusakin ini?"
"Trus, apa yang Rini bilang waktu tadi turun ke bawah? Nanti keheranan pula kan."
"Sebenarnya yang dibilang orang tu benar. Cuma, nggak perlu lah ketus kayak gitu. Yang aku lakuin ini kan positif nyo. Daripada aku ikut-ikutan nongkrong nggak jelas.Ya, aku bilang aja makasih"
"Makasih buat apa?" tanyaku.
"Orang itu kan ngasih kue sama aku."
"Kue apaan? Baik kali orang itu?"
"Kue ulang tahun."
"Loh? Emang siapa yang ulang tahu?" tanyaku lagi.
"Aku looooh, Elll."
"Hah? Seirusan? Ya Allah, aku kok nggak ingat ya cin?" haha. traktir! traktir!."
Maaf ya cek, eke lupa hari ultahmu. hiksss
Lagi bokek pula. Pengennya ngasih supris buatmu. Tapi apa ya? Ah, belum kefikiran.
Jam 11.00wib, kami capcuss ke kantin Teknik. Makan ala prasmanan coyyy. Bisa ngambil nasi banyak-banyak dan lauknya tinggal milih. Rini cuma tempe 2 dan perkedel 1. Aku ikan laut tauco dan sambal terong. Heemmmm,,, nyam nyam nyam. Capcus setelah itu aku nongkrong di perpus UR dan Rini sholat Zuhur di samping rektorat. Jam 13.30wib aku anterin Rini ke BEM UR tapi sebelumnya tugasnya harus dilaksanakan dulu donk: fotoin aku. hehee
Kami hunt di stadion mini dan masuk ke atas tribunnya. wew, cantik euy pemandangannya.
Setelah baterai HP Rini low barulah kami akhiri semua ini .hehe
Giliran aku nemuin bu Tiko di Lemlit. Wah beliau tetap saja terlihat begitu cantik dan muda.
Belum apa-apa, aku udah dikasih jurnal yang dikelolanya. Judul bukunya PARALELLA.
"Sini ibu tandatangain dulu. Hemmm, apa ya pesannya. Semakin rajin nulisnya, yaaa," kata bu Tiko sambil menuliskannya di lembar ke dua buku. "Ini biasanya dijual dan harganya Rp 75.000 Lis. Tapi ini spesial dari ibu buat Elis."
"Wiiihhh...maacih bu. Spesial gift banget ini. Nah, kalau gitu Elis juga mau ngasih buku spesial buat ibu. hehe. Tapi, ini buku puisi bu. hehe. Nggak apa-apa ya, Bu? hee"
Aku nggak nyangka kalau bu Tiko menyambut baik pemberianku.
Ah, orang sebaik dan se-berilmu seperti dia memang luar biasa dalam pelayanan sosial. Syurga bagimu, Bu. Aaamiin. Sama seperti mami yang luar biasa banget buat kami anak-anaknya. lovu her! Bu Tiko juga menanyakan progress skripsiku. Dan beliau menyarankan agar aku make sure bahwa judulku di acc sama pak Riadi dulu, barulah bisa santai ngerjain proposalnya. Karena, nggak bisa dipastikan kalau seandainya tiba-tiba ada perubahan ketentuan, pergantian pengurus prodi atau yang lainnya. heemmm, makasih ya Bu sudah mengingatkan hal luar biasa ini! bismillah. semangat hari Sabut untuk ke prodi! Aku lihat Miming sering banget ke lemlit, ternyata dia nemuin bu Tiko buat bimbingan kata Inur yang juga ku temui di parkiran. Wah, semakin kurus aja dia. Lah aku?
Usai bertemu bu Tiko, aku bergegas ke BEM FKIP.
"Haayyyy cinnn?" sambut Okta, Romcek, dan Ditra bersamaan. Waahh, mereka ini selalu cerita. saluuttt.. hehe. Romi langsung aja menyodorkan berkas hijau berisi KTInya. hemmm, kece banget nih anak. Idenya masih segar. Akuntansi berbasis Teenlit guna Meningkatkan Motivasi Membaca dan Pemahaman Akuntansi Dasar. Jadi, doi bikin penjelasan persamaan dasar akuntanti itu dalam bentuk cerita remaja gitu, keren kan ciiin? Yoi! Adeknya siapa dulu, donk? haha
"Jadi berangkat ke Bengkulu, Cek?"
"Jadi Mbak!"
"Kapan?"
"Sore ini, cciiin."
wahhhh,,, pergi dadakan. Aku membonceng Novi, Ditra membonceng Romcek, Baby membonceng Putri, Rais membonceng Solihin. Kami mengantarkannya di dekat jembatan penyebrangan setelah lampu merah tabek gadang. Duh, aku rindu euforia ini! Sungguh! Aku rindu terburu-buru pergi, kalang-kabutnya, deg-degannya. Huhff.. aku rindu. Ciiin Liaa..kapan kita terbang berdua lagi? hiksss. Ampuun dah, si Romcek santai banget gayanya. Pakai sendal jepit warna merah, kemeja putih dan celana goyang warna hitam. hikss.. untung waktu dulu pergi sama aku nggak kayak gitu bentuknya. huaaahhh
Pas kembali ke BEM, dek Okta ngambek. "Lamaa kaliiiii?" gitu katanya. huh, dasar manja.
Kami membahas rundown acara seleksi dan penganugerahan MAWAPRES nanti. Dan, berkat diskusi juga bersama Yana dan aku akhirnya okta berhasil menyelesaikan tugasnya. Dia punya banyak ide-ide gila dan semoga besok ketika dibawa ke forum bisa disepakati. huaahh.
"Lumayan banyak juga Kak yang datang kemarin tuh. Kayak liwo gitu kegiatannya sih. Kajian abad ke-21. Wiihh, merinding kami dibuatnya, Kak. Kalau yang sebelumnya barulah bahas apa-apa yang penting kalau mau jadi pembicara, penulis atau pengusaha. Dan, kak Rika itu ngasih tahu seseorang bahwa dia itu harus mengubah attitudenya. Apalagi dia itu penyiar radio Kak, tapi agak sembarangan gitu sikapnya. Nah, itulah yang dinasehati oleh kak Rika. Kadang, hal-hal sepele itulah yang membuat banyak orang gagal. Kita itu pulic figur dan harus diperhatikan semua dari diri kita, karena orang lain pun ikut menilai kita. Gitu katanya, Kak," jelas Yana.
Luar biasa!
Mendadak jadi Rindu dengan Kak Rika. Apalagi setelah dek Yana mengatakan bahwa kemungkinan besar kak Rika akan hijrah ke Bandung dan hanya sekali-sekali aja ke sini. Hiksss,, seseorang yang sebenarnya bisa ku jadikan guru untuk hidupku tapi kurang ku yakini sebelumnya. Kak Rika, mungkinkah aku bisa dekat denganmu? huaahhhh. Malu rasanya, karena udah sejak awal nggak datang. Komitmen yang Kakak minta itu berat buatku Kak. Bukan aku nggak ingin komitmen dengan Kakak, tapi di tempat lain pun mereka menagih komitmenku. hiskss, maybe some day!
Malamnya, ketika aku sedang asyik menari di atas keyboard, tiba-tiba Umil datang dan membawa seorang adek. Mau mabit di sini sambil meminta tolong aku bantuin KTI MAWAPRES mereka. Dengan senang hati, tapia tunggu dulu, kasurnya nggak muaaat, gimana ini?
"Tidur di lantai pun kami rela, Mamakeee," pinta Yaumil
Dan aku mengabulkannya. Meskipun aku merasa segan karena separuh badan kami harus hanya beralaskan selimut. hihiii. dingin euy. Tapi nggak apa-apalah yang jelas mereka sedikit terbantu.
Buat dek May, semoga idenya segera dapat kemantapan hati!
Semoga hari ini segera diberi Allah petunjuk untuk idemu yang aneh-aneh itu ya, Dek.
Silahkan datang kemari kapan pun mau... Love u because Allah. ^_^


1 komentar:
super sekali
Posting Komentar