Jumat, 03 April 2015

Sustainable Meeting for MAWAPRES

Jam 07.35wib, aku beranjak dari tempat tidur dan pangku laptop.
Bergegas ber-Dhuha dan menuju ruang F8 Matematika, tempat rapat yang 2 hari lalu dijanjikan. Aku berusaha menepati janji dan menjadi versi diriku yang terbaik. Try to on time! Aku mengupdate BBM: 10 menit menuju meeting lanjutan. Be on time ya, kawan-kawan !

Sengaja nggak menggunakan motor, lagian tempatnya dekat kok! hehe, pas ditanya kak Galih: "Nggak pakai motor, El?" aku jawab "Hemat bensin, Kak!" kataku sekenanya. Terdengar bisik-bisik kak Galih dengan abang kos tentang pernyataanku barusan. Ah, aku tidak ada waktu untuk menyimak apa itu, yang jelas tidak ada yang salah dengan jawabanku itu. Aku melewati jalan pintas yang dulu --sebelum aku membawa motor kesini, selalu aku lewati bersama dia setiap kali ke kampus. Jalan ini sangat becek bahkan tergenang. Aku berfikir sedikit narsis, bahwa setelah 1 tahun ini tidak lagi kami lewati, tidak ada sosok-sosok yang setia melewatinya seperti kami. haha.



Aku cari akal. Demi tujuan yang cepat sampai. Sedikit kejeblos dan kaos kaki basah kuyup, tapi tidak apa-apa dari pada waktu harus mengulur terlalu lama. Lewat pinggiran sisa kerangka bangunan tak siap, aku melintasi genangan air dengan hati-hati. Kaos kaki yang kotor ku basuh di kolam ikan di pendopo Matematika Sedikit kedinginan, tapi tidak harus pula ku lepas kaos kaki ini.



Baru ada aku, Yaumil dan dek Yana.
"Itulah kak yang kami bahas sama kak Rika kemaren yang disebut kajian abad ke-21," kata Yana.
"Ha.. jadi apa tuh ilmunya, Dek?"
"Kan orang banyak mengatakan kalau majang foto dimedsos itu haram, Kak. Jadi, kak Rika itu menegaskan bahwa dia punya alasan untuk melakukannya. Kakak banyak bergaul dengan ustad Yusuf mansyur, AA Gym dan yang lainnya dan kalau itu memang haram, seharusnya mau dia public figur mau bukan tetap aja hukum haramnya itu berlaku juga sama mereka. Kan, kita sama semua dimata Allah. Trus, gimana dengan Oki, istri-istri ustadz itu? Makanya, kak Rika itu bilang kalau dia tahu ilmunya makanya nggak bisa langsung dibilang kalau itu haram ini haram gitu," jelas Yana dan aku manggut-manggut. Menyimak takzim dan mencernanya. Ya Allah, dekatkan hamba dengan ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima dan dosa yang diampuni. Aamiin.

Sambil menunggu yang lainnya, Yana dan Yaumil ke kosan Yana untuk jemput contoh baju panitia. Aku beringsut ke BEM FKIP atas usulan Okta dan Joni. Akhirnya, rapat dimulai jam 09.00wib juga dan masih tanpa bang Nando. Tak apalah, aku membukanya dan membahas rundown acara yang terutama. Barulah bang Nando datang ketika pembicaraan mulai. Kabar baiknya adalah forum menyepakati ide luar biasanya dek Okta tentang sistem penganugerahan MAWAPRES tahun ini. Mau tahu gimana sistemnya? Rahasia donk pemirsa... Makanya pantengin terus blog ini yaw, hehe. Intinya, kami ingin yang terbaik untuk tahun ini dan menyebarkan virus-virus positif ini kepada seluruh penonton. Semoga aku, sebagai ketua pelaksana mampu menggerakkan seluruh potensi yang ada, ya Allah. Wahai Tuhan yang Maha menghimpun segala prestasi.

Bedanya rapat kali ini adalah karena sambil ngunyah Duku hasil sum-suman dek Okta dan dek Joni, ehhe. Setelah rapat usai, aku membersamai Yaumil melintasi Bina Krida. Kasihan dia, kakinya cidera karena jatuh semalam. Itulah ngebut-ngebut sih, Umilll! Ketika berada di depan belokan gang kosku, "Loh? Mamake nggak ke kos?"
"Nggak Mil. Mau makan di halte cafe dulu."
"Mamakeee, awak mau mamebalas kebaikan hati Mamake semalam. Izinkan awak yaa?" pinta Umil
Haduh, so sweet banget sih dia. Padahal aku nggak ngasih apa-apa semalam. Dia memang luar biasa, termasuk waktu KKN juga dia sangat luar biasa. Kalau nggak ada dia, mungkin banyak proker yang nggak jalan kemaren. hiksss

Aku membimbing dia agar menemukan feel dalam menyusun latar belakang masalah KTInya. Aku tahu dan faham tentang kebingungan yang dia rasakan. Makanya, aku berusaha mengarahkannya dengan sabar dan lembut. Dia nggak makan, cuma minum jus Alpukat. Wajarlah, dia juga udah tersedia makan siangnya di kosannya. Aku juga kalau gitu mau ah..hehe. Aku memesan telur penyet yang idcampur dengan tempe dan tahunya. nyam-nyam.

Oh ya, Kak il nggak pernah lagi nanyain perihal proposalku. Mungkin dia lelah, pemirsa. Sedih juga sih tapi sekaligus lega juga karnea rasanya ditanya-tanya terus itu juga nggak nyaman. Yah, aku akan mengabarinya ketika aku akan ujian proposal. Insya Allah segera. Tapi, setelah Yaumil pulang dan gantian dek Teguh datang, dia malah bawa berita kalau besok libur. "Tadi adek lihat surat edaran dari rektorat, Mak!" katanya. Yaaaah, tekad untuk ngajukan judul ke prodi belum bisa ditunaikan besok. Pasti ada hikmahnya, insya allah hari senin akan jadi moment yang lebih baik lagi. Aamiin.

Setelah Ashar, gantian Yudi yang datang dengan membawa KTI MAWAPRES plus KTI BEM UR. Huaahh, anak-anakku ngumpul. Kami diskusi sambil menikmati mpek-mpek dan kemplang dari Palembang. Aku dikasih gantungan kunci imut sama dek Teguh.. Maacih Dek. Padahal Mak nggak nitip apa-apa dan nggak ngarep apa-apa selain keselamatanmu. hhehe. Seru banget dah kalau udah ngumpul sama nih orang-orang. Sayangnya dek Jhon nggak ada di sini. Yah, doi lagi pulang kampung karena hari ini paskah. hiksss, andai kita segala sama ya dek, Jhoon. hehe. Semoga Allah kelak menyamakan kita dengan cara-Nya yang ajaib. aamiin.

Jam 17.30wib, aku meninggalkan anak-anakku untuk mandi, hiksss. setelah maghrib akan dilanjutkan lagi. Oh ya, Yudi tadi cerita bahwa sistem seleksi si FISIP itu jauh berbeda dan menyimpang,
"Kami nggak ada pake seleksi KTI loh, Mak. Cuma FGD aja dan kalau udah didapatkan  2 terbaiknya, barulah disuruh bikin KTInya, Mak."
"Loh? Kok lain gitu, Bang? Bang! Berusahalah untuk menghancurkan sistem itu. Minta tolong kek sama Azhari untuk melobi dekanat. Masa bisa sebeda itu cara seleksinya. Itu nggak sesuai dengan panduan mana pun. Ntar FISIP gagal total pula memilih delegasi terbaiknya. Wah, bisa-bisa salah pilih tuh! Orang paling menantang itu ya di KTI ini dan termasuk penilaian terbesarnya. Piye toh?" tuturku panjang lebar.
"Waah iya ya, Mak? Azhariiiiiii, tolong kamiii," gumamnya sambil mengetik lincah di atas keyboardnya.

Tidak ada komentar: