Selamat pagi dunia ^_^
Alhamdulillah Allah kembali memberikan kita kesempatan untuk memperbaik diri dan lingkungan kita. Jangan lupa ngaji ya. Sesungguhnya 2 waktu yang harus di jaga kekeramatannya (sereeemm) adalah waktu pagi dan petang. Makanya ada doa pagi dan petang. Karena inilah saat yang penting untuk mengaji untuk menjaga diri kita seharian. Cuma sedikit yang aku tahu dan inilah yang aku sebarkan. yuhuuuu coyyy.
Lia akan pergi jam 08.00wib ini untul **qo. Aku tersenyum mendengarnya dan aku mengingatkannya ketika sudah pukul 07.40wib. Bak mandi sudah terisi separuh ketika anak-anak sudah masuk ke kelas. Aku bergegas nyemplung sementara Lia bersiap-siap untuk pergi. Aku ngerasa serem dengan keheningan ini. Kecipak air membuatku merasa sedang tidak sendirian di sini. hiiii. Tiap habis nyelam, aku melongokkan kepala ke arah TV dan ke tempat jemuran atau ke plafon yang sebagiannya hitam dan bolong membentk lingkaran. Aku perhatikan ada apa di atas sana, ah rasanya tidak ada apa-apa, daripada aku berkhayal ada rambut ke luar dari sana kayak di TV-TV kan? hehe Sesekali aku berteriak memanggil Lia, setelah Lia menyahut, aku lega. Kira-kira 10 menit aku harus belajar menyesuaikan dan menenangkan diri. Lama-kelamaan aku enjoy juga. Kan aku niat banget mau nambah tinggi, ya makanya harus seirus maksimalkan berenang kali ini siapa tahu besok nggak sempat lagi. Thx banget cin
Lia kembali dari AWnya pada pukul 11.00wib dan ketika itu abang galon masih mengangkut-angkut galon ke dalam asrama sementara aku masih larut dengan film India yang judulnya Holiday. Keren banget filmnya, mirip dengan New York kemarin. Tapi, kalau Holiday ini shutingnya di India, tapi yang ini happy ending sedangkan yang New York kebalikannya. huhuu
"Lah? Kok belum siap-siap juga toh? Piye iku?"
Aku bergegas cuci muka dan sholat Dhuha. Tiba-tiba berfikir buat nggak jadi ikutan ke panam dan pengen berenang lagi besok pagi karena tenggang peninggian badan udah memasuki hari ke lima nih. Lagian, aku nggak ada deadline hari ini di Panam. Mending nulis aja kan di sini. Setengah jam di jalan itu adalah 5 halaman tulisan bagiku, 2 postingan di Blog dan 1 status di FB. hehe. Tapi, ada yang membuatku terkejut, terkagum dan terdiam ketika Lia berkata:
"Cin, kalau untuk masalah berenang, maaf sebelumnya nih (dan aku mulai berdebar-debar). Itu kan air asrama, sementara setiap kali berenang setengah bak besar itu air terkuras. Lagian, aku juga khawatir nanti penjaga asrama atau pun pak satpam curiga kok sering ada suara jebar-jebur di sini. Aku cuma khawatir ditegur dan nggak enak hati jadinya, maaf ya cin. Agak-agak beberapa minggu lagi nggak masalah cin, tapi kalau besok nggak bisa. gituu..." Aku tertunduk, tapi sejujurnya aku sama sekali nggak kesinggung dengannya. Sungguh! Kurang baik apa lagi cara Lia menegurku, kurang santun apa lagi dia? Ah, aku selalu bisa menerima penjelasannya. ^_^
"Cin, nggak mungkinlah aku ninggalin mu di sini sendirian. Nanti apa kata anak-anak asrama? Takutnya bu Siti juga ke sini." Tapi, setelah aku menjelaskan bahwa aku akan berdiam diri saja di kamar dan akhirnya Lia mengabulkannya. Huft! Syukurlah. *aku masih ingin lebih lama bersamanya (meski harus ditinggal sendirian).
Ketika azan sholat Jumat berumandang, aku sedang menikmati makan siang yang udah dibelikan Lia sebelum dia pergi tadi. Sambil menyuap nasi, aku memperhatikan kertas-kertas yang bertaburan di mejanya. Sat per satu ku amati dan terbacalah kalimat indah di surat izin ke luar buat anak-anak asramanya itu: "Abi ingin Ummi melanjutkan dakwah ini" ah, sudah pasti ini dari filnya alm. UJE. Lalu ku baca bagian belakangnya dan tertulis juga di sana hikmah sholat di mesjid. Subhanallah! Ada lagi yang menarik, di dinding kamarnya tertulis target penyelesaian proposal penelitiannya: Editing and finishing, wed"09.27pm-12.00pm, yah as you can see beside laah. hayaaaa.... heehe
Lia memang luar biasa, teguh pendirian, tapi sekaligus keibuan dan penuh kasih sayang. Nggak kayak aku yang sembrono, sering ngambek, sering mancing orang marah, sering ngerepotin Lia, sering bandel kalau dikasih tempe dan sering-sering lainnya yang tak terhingga. Semoga dia nggak bosen ya ngingatin eke. Aku kayak buronan yang sedang ngumpet di kamar Lia. Asrama sepi, ini masih jam belajar. Barulah kemudian jam 12.3wib anak-anak asrama pada pulang dan 2 kali pintuku diketuk. Aku tetap diam dan nggak menimbulkan suara yang mencurigakan. Seharian, aku hanya nulis dan buka facebook *pinjem modemnya Lia, hehe.
Aku mulai mengangsur menulis surat-surat cinta untuk mami dan papi. Idenya sih mau menceritakan kisah-kasih dari masa lalu, tentang mami, tentang kebandelanku yang sering membuat mami menangis, aku yang sering bikin papi marah, sering salah kalau disuruh pergi ke warung dan segala kecerobohan lainnya yang pernah ku lakukan. hiksss. Makanya, aku fikir daripada menceritakannya secara narasi biasa, mending sekaligus aja ku tulis seperti sebuah surat. Kayaknya kalimatnya lebih jujur dan mengalir deh. Bismillah.
Lia pulang jam 18.15wib, katanya ada kunjungan ke BLM UIN tadi. Aku menyambutnya dengan senyum. Belum lagi terduduk, dia udah ke luar kamar dan melagukan instruksi seperti biasa..
"Selamaat maghrib, selamat sholat maghriibbb."
Kadang melagu, kadang hanya diakhiri dengan nada panjang atau mendayu, sedikit merayu.
Alhamdulillah Allah kembali memberikan kita kesempatan untuk memperbaik diri dan lingkungan kita. Jangan lupa ngaji ya. Sesungguhnya 2 waktu yang harus di jaga kekeramatannya (sereeemm) adalah waktu pagi dan petang. Makanya ada doa pagi dan petang. Karena inilah saat yang penting untuk mengaji untuk menjaga diri kita seharian. Cuma sedikit yang aku tahu dan inilah yang aku sebarkan. yuhuuuu coyyy.
Lia akan pergi jam 08.00wib ini untul **qo. Aku tersenyum mendengarnya dan aku mengingatkannya ketika sudah pukul 07.40wib. Bak mandi sudah terisi separuh ketika anak-anak sudah masuk ke kelas. Aku bergegas nyemplung sementara Lia bersiap-siap untuk pergi. Aku ngerasa serem dengan keheningan ini. Kecipak air membuatku merasa sedang tidak sendirian di sini. hiiii. Tiap habis nyelam, aku melongokkan kepala ke arah TV dan ke tempat jemuran atau ke plafon yang sebagiannya hitam dan bolong membentk lingkaran. Aku perhatikan ada apa di atas sana, ah rasanya tidak ada apa-apa, daripada aku berkhayal ada rambut ke luar dari sana kayak di TV-TV kan? hehe Sesekali aku berteriak memanggil Lia, setelah Lia menyahut, aku lega. Kira-kira 10 menit aku harus belajar menyesuaikan dan menenangkan diri. Lama-kelamaan aku enjoy juga. Kan aku niat banget mau nambah tinggi, ya makanya harus seirus maksimalkan berenang kali ini siapa tahu besok nggak sempat lagi. Thx banget cin
Lia kembali dari AWnya pada pukul 11.00wib dan ketika itu abang galon masih mengangkut-angkut galon ke dalam asrama sementara aku masih larut dengan film India yang judulnya Holiday. Keren banget filmnya, mirip dengan New York kemarin. Tapi, kalau Holiday ini shutingnya di India, tapi yang ini happy ending sedangkan yang New York kebalikannya. huhuu"Lah? Kok belum siap-siap juga toh? Piye iku?"
Aku bergegas cuci muka dan sholat Dhuha. Tiba-tiba berfikir buat nggak jadi ikutan ke panam dan pengen berenang lagi besok pagi karena tenggang peninggian badan udah memasuki hari ke lima nih. Lagian, aku nggak ada deadline hari ini di Panam. Mending nulis aja kan di sini. Setengah jam di jalan itu adalah 5 halaman tulisan bagiku, 2 postingan di Blog dan 1 status di FB. hehe. Tapi, ada yang membuatku terkejut, terkagum dan terdiam ketika Lia berkata:
"Cin, kalau untuk masalah berenang, maaf sebelumnya nih (dan aku mulai berdebar-debar). Itu kan air asrama, sementara setiap kali berenang setengah bak besar itu air terkuras. Lagian, aku juga khawatir nanti penjaga asrama atau pun pak satpam curiga kok sering ada suara jebar-jebur di sini. Aku cuma khawatir ditegur dan nggak enak hati jadinya, maaf ya cin. Agak-agak beberapa minggu lagi nggak masalah cin, tapi kalau besok nggak bisa. gituu..." Aku tertunduk, tapi sejujurnya aku sama sekali nggak kesinggung dengannya. Sungguh! Kurang baik apa lagi cara Lia menegurku, kurang santun apa lagi dia? Ah, aku selalu bisa menerima penjelasannya. ^_^
"Cin, nggak mungkinlah aku ninggalin mu di sini sendirian. Nanti apa kata anak-anak asrama? Takutnya bu Siti juga ke sini." Tapi, setelah aku menjelaskan bahwa aku akan berdiam diri saja di kamar dan akhirnya Lia mengabulkannya. Huft! Syukurlah. *aku masih ingin lebih lama bersamanya (meski harus ditinggal sendirian).
Ketika azan sholat Jumat berumandang, aku sedang menikmati makan siang yang udah dibelikan Lia sebelum dia pergi tadi. Sambil menyuap nasi, aku memperhatikan kertas-kertas yang bertaburan di mejanya. Sat per satu ku amati dan terbacalah kalimat indah di surat izin ke luar buat anak-anak asramanya itu: "Abi ingin Ummi melanjutkan dakwah ini" ah, sudah pasti ini dari filnya alm. UJE. Lalu ku baca bagian belakangnya dan tertulis juga di sana hikmah sholat di mesjid. Subhanallah! Ada lagi yang menarik, di dinding kamarnya tertulis target penyelesaian proposal penelitiannya: Editing and finishing, wed"09.27pm-12.00pm, yah as you can see beside laah. hayaaaa.... heehe
Lia memang luar biasa, teguh pendirian, tapi sekaligus keibuan dan penuh kasih sayang. Nggak kayak aku yang sembrono, sering ngambek, sering mancing orang marah, sering ngerepotin Lia, sering bandel kalau dikasih tempe dan sering-sering lainnya yang tak terhingga. Semoga dia nggak bosen ya ngingatin eke. Aku kayak buronan yang sedang ngumpet di kamar Lia. Asrama sepi, ini masih jam belajar. Barulah kemudian jam 12.3wib anak-anak asrama pada pulang dan 2 kali pintuku diketuk. Aku tetap diam dan nggak menimbulkan suara yang mencurigakan. Seharian, aku hanya nulis dan buka facebook *pinjem modemnya Lia, hehe.
Aku mulai mengangsur menulis surat-surat cinta untuk mami dan papi. Idenya sih mau menceritakan kisah-kasih dari masa lalu, tentang mami, tentang kebandelanku yang sering membuat mami menangis, aku yang sering bikin papi marah, sering salah kalau disuruh pergi ke warung dan segala kecerobohan lainnya yang pernah ku lakukan. hiksss. Makanya, aku fikir daripada menceritakannya secara narasi biasa, mending sekaligus aja ku tulis seperti sebuah surat. Kayaknya kalimatnya lebih jujur dan mengalir deh. Bismillah.
Lia pulang jam 18.15wib, katanya ada kunjungan ke BLM UIN tadi. Aku menyambutnya dengan senyum. Belum lagi terduduk, dia udah ke luar kamar dan melagukan instruksi seperti biasa..
"Selamaat maghrib, selamat sholat maghriibbb."
Kadang melagu, kadang hanya diakhiri dengan nada panjang atau mendayu, sedikit merayu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar