(14-22 Juni 2015)
Sebuah tuai dari tanam mimpi berkali-kali akhirnya ku panen.
Dalam sebuah even Pemuda ASEAN bernama ASEAN SCIENCE CAMP 2014 yang dihandle oleh AYFN (ASEAN Youth and Friendship Network), aku menjadi satu-satunya delegai Riau ke Chulalungkorn University, Bangkok, Thailand. Waaah, Fabiayyi 'alaa irobbikuma tukadzibaan. Maka, nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang kamu dustai?
Alhamdulillah berkat kemenangan dalam ajang MAWAPRES kemarin, dalam keterbatasan dana perjalanan dari rektorat, akulah yang akhirnya didanai untuk berangkat. Sebenarny, Lia dan Bela juga lolos. Bahkan kami juga sudah berjuang bersama-sama mencari sponsor. Tapi, pada akhirnya kesempatan dianugerahkan Allah hanya kepadaku. Dana yang dibutuhkan untuk akomodasi dan registrasi mencapai Rp 5jt. Jadi, pihak rektorat sebenarnya menginginkan 1 orang saja untuk satu even. Tujuannya agar ragam prestasi kampus juga beragam. Wajar sih!
Aku berangkat dengan siapa? Sendirian. Tottaly alone, but the God always sent me people who care to me. Alhamdulillah. Dari Pekanbaru jam 08.00wib bersama AIR ASIA menuju bandara Kuala Namu, Medan. Dari Medan bersama Thai LION menuju Hat Yai airport. Nah, sejak dari Medan penumpangnya sudah banyak orang Thailand. Sambutan pramugarinya saja sudah, "Swaadee Khaa." Aku bertemu dengan Khadijjah, beliau tinggal di Hat Yai dan sedang berkuliah di ISLAMIC CENTRE Medan. Kalau orang-orang muslim dan tinggak di derah timur Thailand, mereka bisa berbahasa Melayu dan apalagi sudah berkuliah di Indonesia, pasti sudah mahir juga berbahasa Indonesia. Aku berpisah dengannya di Hat Yai Air Port. Tapi ,dibersamai orang baru dari Malaysia tapi berdarah India. Namanya Farukh. Aku memanggilnya Abang karena beliau lebih tua beberapa tahun dariku. Dia yang mengarahkanku banyak hal karena kelimpungan di sana. Beliau juga mencarikan resto halal dan nggak tanggung-tanggung mentraktirku juga. Dia memang selalu berjalan-jalan ke sana kemari, tuntutan bisnis. Bahkan ke Medan memang sudah sering. Bisa 10 bahasa meskipun tidak terlalu mendalami. Yah, berkat jalan-jalannya itu. Ah, tapi sayangnya dia nggak punya facebook atau pun BBM. Cuma dikasih email dan email itu hingga kini nggak pernah dia balas. Hiksss, bagaimana caraku berterimakasih padamu, Bang? hiksss
2 jam saja transit di Hat Yai, aku harus check in lagi dan nyaris terlambat. Kali ini dengan jenis LION yang lebih besar, kalau yang sebelumnya bersama LION ukuran ter-mini. Langsung menuju Bangkok. Ah, akhirnya film yang selama ini aku gemari ku kunjungi juga negaranya. yeye! Ketika akan landing, masya Allah menakutkan sekali awannya. Guncangan di pesawat cukup kuat terasa dan membuat jantungku berdegub kencang sambil terus melafalkan Allah,, Allah.
Bangkok basah!. Tinggal gerimisnya saja yang masih tersisa. Senja menyambutku di bumi SIAM. Ah, pemandangan senja dengan rona merah matahari berhias gerimis ini adalah sensasi baru yang sungguh luar biasa. Cukup dingin! Tapi tak masalah, karena aku sudah menggunakan blazer. Duh, obrolan orang di pesawat ini sudah ber-Thai ria. Ah, andai bang Farukh masih ikut hingga ke Bangkok, tentu aku sudah ngobrol ria dengannya untuk membunuh antrian asing ini. Tapi, bagaimana pun aku menikmati setiap detiknya.
"Adek yang berangkat dari Medan tadi kan?" aku menoleh. Ternyata mirik cowok ganteng, berkacamata. Dia berjalan di belakangku menggandeng tangan perempuang cantik itu dan tangan kirinya menarik koper.
"Iya Bang. Alhamdulillah ada kawan juga akhirnya. Hai Kak? Aku Elysa," Aku menyalaminya. Ternyata mereka adalah pengantin baru yang akan ber-bulan madu di sini. So sweeeet. Aku iriii..*loh? hehe
Bahkan sampai aku dijemput bang Wawan, mereka terus saja menemaniku, memberiku lauk pauk yang dibawa dari Medan, meminjamiku HP untuk mengirimi email kepada panitia. Huh, bersyukur sekali aku pada-Mu ya Allah. Kami berpisah setelahnya. Aku ditunggu bang Wawan dan bang Denyar di lobi. Mereka membawa kertas bertuliskan namaku; ELYSA RIZKA ARMALA. How sweet is thiss... Ya Allah makasih tak berangka untuk-Mu. Kami melaju, menebas gemerlap malam di kota Bangkok. Belum sempat berisitirahat, aku dibawa bang Wawan bertemu delegasi Indonesia lainnya. Wah, banyak sekali teman-teman sebangsa di Sini. Totalnya mencapai 20 orang. Ini ku coba me-list nama-nama mereka;
Sabrina, Nanda, Denyar, Meta, Rika, Danti, Rindah, Denyar, Cici, Wildan, Arif, Deri, Karin, Nadya, Mei, Wicak, Naili dan bang Doni. Nah, bang Doni ini utusan Chula karena doi sedang S2 di sana. Selama di sana, bang Doni banyak banget ngasih informasi berharga buatku. Asyik banget euy punya saudara di luar negeri. yeye
7 hari kami lewatkan dengan program-program luar biasa. Menjelajahi banyak tempat nan indah. Tapi, Indonesia tetap tiada tandingnya. Kami juga sangat mengapresiasi kerja panitia dan ketekunan Thailand untuk promosi tempat-tempat wisatanya. Ya, salah satunya melalui program-program seperti ini. Kece banget deh mereka pokoknya atas kegigihannya dalam mendatangkan anak muda dari luar.
Bukan Elysa namanya kalau tidak menangis ketika farewell party.
Aku sedih berpisah dengan teman-teman Thai yang lucu-lucu. Jadi, waktu telah menyeleksi banyak hal. Diujung event, aku justru sangat akrab dengan teman-teman Thai dan beberapa saja yang dari Indonesia. Ada saatnya kita merasa tidak sepaham dengan teman-teman sendiri dan ada saatnya kita ingin mendapatkan banyak keceriaan dari hal-hal baru. Dan, aku menemukan banyak cerita dan tawa dari teman-teman Thai. Jab, buddy-ku selama seminggu ini, Bobo, Ying, Tarnmay, Jirawat yang selalu ku recokin kameranya untuk memfotoku haha, Tao, Bom, Pat, Tam, Steven, Som, May, Math si endut, Vee yang udah bersabar nungguin aku dan Rika berbelanja di catucak, JJ Market. Tip kesayangannya bang Deri ahha, Rebekah dari kamboja, Hong dari Singapura, yang dari Vietnam aku lupa namanya. Habisnya mereka sering berdua-berdua aja sih. hikss. Juga thanks banget buat para dosen yang luar biasa dan berjiwa muda, yang mau ketawa dan makan semeja dengan kami yang alay-alay ini. hehe.
Tangis semakin pecah ketika aku, bang Deri, Nadia dan bang Denyar diantarkan ke Don Mueang Air Port. hiksss... Yang mengantarkan kami itu ada Hong, Ying, Tao, Bom, hiksss... aku nggak sanggup mengenangnya. jujurrrrrrrrr aku pengeeeeeeeen nangiiis lagi. Aku rinduuuuuuuuuuu mereka. hiks. janga mereka ya Allah, beri hidayah kepada mereka sehingga kelak kami pun bisa bersua di syurga_Mu. Jika aku adalah perantara-Mu, maka lejitkan aku ya Allah. Tunjukkan aku jalan itu. Siapkan Aku! Insya Allah. AKu ingin ke Bangkok dan bertemu merekaaaaaaaaaa lagi. hiksss.
Kalau waktu berangkat sendirian, kali ini aku ber 4 bareng Nadia, bang Deri dan bang Denyar, dengan Thai LION ke Jakarta dan dengan Mandala ke Pekanbaru. huaahhhhhh, pengen mengulang saat-saat itu lagi. Bismillah! MEI! MEI ! MEI! aamiin. Demikian dulu ya cerita seru tentang Bangkok.
Ada buanyaaaaaaak banget yang belum tertulis di sini. Semoga aku bisa menovelkannya. SEGERA! Aamiin.
Sebuah tuai dari tanam mimpi berkali-kali akhirnya ku panen.
Dalam sebuah even Pemuda ASEAN bernama ASEAN SCIENCE CAMP 2014 yang dihandle oleh AYFN (ASEAN Youth and Friendship Network), aku menjadi satu-satunya delegai Riau ke Chulalungkorn University, Bangkok, Thailand. Waaah, Fabiayyi 'alaa irobbikuma tukadzibaan. Maka, nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang kamu dustai?
Alhamdulillah berkat kemenangan dalam ajang MAWAPRES kemarin, dalam keterbatasan dana perjalanan dari rektorat, akulah yang akhirnya didanai untuk berangkat. Sebenarny, Lia dan Bela juga lolos. Bahkan kami juga sudah berjuang bersama-sama mencari sponsor. Tapi, pada akhirnya kesempatan dianugerahkan Allah hanya kepadaku. Dana yang dibutuhkan untuk akomodasi dan registrasi mencapai Rp 5jt. Jadi, pihak rektorat sebenarnya menginginkan 1 orang saja untuk satu even. Tujuannya agar ragam prestasi kampus juga beragam. Wajar sih!
Aku berangkat dengan siapa? Sendirian. Tottaly alone, but the God always sent me people who care to me. Alhamdulillah. Dari Pekanbaru jam 08.00wib bersama AIR ASIA menuju bandara Kuala Namu, Medan. Dari Medan bersama Thai LION menuju Hat Yai airport. Nah, sejak dari Medan penumpangnya sudah banyak orang Thailand. Sambutan pramugarinya saja sudah, "Swaadee Khaa." Aku bertemu dengan Khadijjah, beliau tinggal di Hat Yai dan sedang berkuliah di ISLAMIC CENTRE Medan. Kalau orang-orang muslim dan tinggak di derah timur Thailand, mereka bisa berbahasa Melayu dan apalagi sudah berkuliah di Indonesia, pasti sudah mahir juga berbahasa Indonesia. Aku berpisah dengannya di Hat Yai Air Port. Tapi ,dibersamai orang baru dari Malaysia tapi berdarah India. Namanya Farukh. Aku memanggilnya Abang karena beliau lebih tua beberapa tahun dariku. Dia yang mengarahkanku banyak hal karena kelimpungan di sana. Beliau juga mencarikan resto halal dan nggak tanggung-tanggung mentraktirku juga. Dia memang selalu berjalan-jalan ke sana kemari, tuntutan bisnis. Bahkan ke Medan memang sudah sering. Bisa 10 bahasa meskipun tidak terlalu mendalami. Yah, berkat jalan-jalannya itu. Ah, tapi sayangnya dia nggak punya facebook atau pun BBM. Cuma dikasih email dan email itu hingga kini nggak pernah dia balas. Hiksss, bagaimana caraku berterimakasih padamu, Bang? hiksss
2 jam saja transit di Hat Yai, aku harus check in lagi dan nyaris terlambat. Kali ini dengan jenis LION yang lebih besar, kalau yang sebelumnya bersama LION ukuran ter-mini. Langsung menuju Bangkok. Ah, akhirnya film yang selama ini aku gemari ku kunjungi juga negaranya. yeye! Ketika akan landing, masya Allah menakutkan sekali awannya. Guncangan di pesawat cukup kuat terasa dan membuat jantungku berdegub kencang sambil terus melafalkan Allah,, Allah.
Bangkok basah!. Tinggal gerimisnya saja yang masih tersisa. Senja menyambutku di bumi SIAM. Ah, pemandangan senja dengan rona merah matahari berhias gerimis ini adalah sensasi baru yang sungguh luar biasa. Cukup dingin! Tapi tak masalah, karena aku sudah menggunakan blazer. Duh, obrolan orang di pesawat ini sudah ber-Thai ria. Ah, andai bang Farukh masih ikut hingga ke Bangkok, tentu aku sudah ngobrol ria dengannya untuk membunuh antrian asing ini. Tapi, bagaimana pun aku menikmati setiap detiknya.
"Adek yang berangkat dari Medan tadi kan?" aku menoleh. Ternyata mirik cowok ganteng, berkacamata. Dia berjalan di belakangku menggandeng tangan perempuang cantik itu dan tangan kirinya menarik koper.
"Iya Bang. Alhamdulillah ada kawan juga akhirnya. Hai Kak? Aku Elysa," Aku menyalaminya. Ternyata mereka adalah pengantin baru yang akan ber-bulan madu di sini. So sweeeet. Aku iriii..*loh? hehe
Bahkan sampai aku dijemput bang Wawan, mereka terus saja menemaniku, memberiku lauk pauk yang dibawa dari Medan, meminjamiku HP untuk mengirimi email kepada panitia. Huh, bersyukur sekali aku pada-Mu ya Allah. Kami berpisah setelahnya. Aku ditunggu bang Wawan dan bang Denyar di lobi. Mereka membawa kertas bertuliskan namaku; ELYSA RIZKA ARMALA. How sweet is thiss... Ya Allah makasih tak berangka untuk-Mu. Kami melaju, menebas gemerlap malam di kota Bangkok. Belum sempat berisitirahat, aku dibawa bang Wawan bertemu delegasi Indonesia lainnya. Wah, banyak sekali teman-teman sebangsa di Sini. Totalnya mencapai 20 orang. Ini ku coba me-list nama-nama mereka;
Sabrina, Nanda, Denyar, Meta, Rika, Danti, Rindah, Denyar, Cici, Wildan, Arif, Deri, Karin, Nadya, Mei, Wicak, Naili dan bang Doni. Nah, bang Doni ini utusan Chula karena doi sedang S2 di sana. Selama di sana, bang Doni banyak banget ngasih informasi berharga buatku. Asyik banget euy punya saudara di luar negeri. yeye
7 hari kami lewatkan dengan program-program luar biasa. Menjelajahi banyak tempat nan indah. Tapi, Indonesia tetap tiada tandingnya. Kami juga sangat mengapresiasi kerja panitia dan ketekunan Thailand untuk promosi tempat-tempat wisatanya. Ya, salah satunya melalui program-program seperti ini. Kece banget deh mereka pokoknya atas kegigihannya dalam mendatangkan anak muda dari luar.
Bukan Elysa namanya kalau tidak menangis ketika farewell party.
Aku sedih berpisah dengan teman-teman Thai yang lucu-lucu. Jadi, waktu telah menyeleksi banyak hal. Diujung event, aku justru sangat akrab dengan teman-teman Thai dan beberapa saja yang dari Indonesia. Ada saatnya kita merasa tidak sepaham dengan teman-teman sendiri dan ada saatnya kita ingin mendapatkan banyak keceriaan dari hal-hal baru. Dan, aku menemukan banyak cerita dan tawa dari teman-teman Thai. Jab, buddy-ku selama seminggu ini, Bobo, Ying, Tarnmay, Jirawat yang selalu ku recokin kameranya untuk memfotoku haha, Tao, Bom, Pat, Tam, Steven, Som, May, Math si endut, Vee yang udah bersabar nungguin aku dan Rika berbelanja di catucak, JJ Market. Tip kesayangannya bang Deri ahha, Rebekah dari kamboja, Hong dari Singapura, yang dari Vietnam aku lupa namanya. Habisnya mereka sering berdua-berdua aja sih. hikss. Juga thanks banget buat para dosen yang luar biasa dan berjiwa muda, yang mau ketawa dan makan semeja dengan kami yang alay-alay ini. hehe.
Tangis semakin pecah ketika aku, bang Deri, Nadia dan bang Denyar diantarkan ke Don Mueang Air Port. hiksss... Yang mengantarkan kami itu ada Hong, Ying, Tao, Bom, hiksss... aku nggak sanggup mengenangnya. jujurrrrrrrrr aku pengeeeeeeeen nangiiis lagi. Aku rinduuuuuuuuuuu mereka. hiks. janga mereka ya Allah, beri hidayah kepada mereka sehingga kelak kami pun bisa bersua di syurga_Mu. Jika aku adalah perantara-Mu, maka lejitkan aku ya Allah. Tunjukkan aku jalan itu. Siapkan Aku! Insya Allah. AKu ingin ke Bangkok dan bertemu merekaaaaaaaaaa lagi. hiksss.
Kalau waktu berangkat sendirian, kali ini aku ber 4 bareng Nadia, bang Deri dan bang Denyar, dengan Thai LION ke Jakarta dan dengan Mandala ke Pekanbaru. huaahhhhhh, pengen mengulang saat-saat itu lagi. Bismillah! MEI! MEI ! MEI! aamiin. Demikian dulu ya cerita seru tentang Bangkok.
Ada buanyaaaaaaak banget yang belum tertulis di sini. Semoga aku bisa menovelkannya. SEGERA! Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar