"Cek udah bikin Instagram?”
“Udah. Udah Novi follow pun Kakak. Tapi masih kosong
melompong ya akunnya?”
“Nah, ini dia Cek, sebenarnya Kakak masih ragu tentang
upload-upload-an foto ini. Baik nggak sih sebenarnya Cek?”
“Novi pun awalnya ragu Cek. Novi pernah baca-baca artikel
kan dan ada 2 pendapat tentang sisi buruk dan sisi baiknya. Kalau yang
buruknya, ada yang mengkhawatirkan akan menimbulkan nafsu cowok, takutnya wajah
kita dimanfaatkan untuk situs-situs nggak bener atau diguna-guna gitu Cek.”
“Kakak berfikir gini Cek, kalau seseorang meyakini bahwa
mengupload foto ke medsos itu nggak boleh, seharusnya dia pun nggak boleh
menikmati hasil uploadan orang lain donk!”
“Maksudnya Cek?”
“Gini loh, misalnya Kakak meyakini bahwa mengupload foto itu
nggak boleh, ya harusnya Kakak pun nggak boleh menikmati foto-foto orang lain
sekalipun itu artis. Tapi, kalau Kakak suka lihat-lihat foto Oki, Bella,
Shireen karena Kakak berkeyakinan bahwa mengupload foto itu nggak masalah
selama itu bukan foto lebay atau terlalu dekat wajahnya. Gitu aja sih kalau
menurut Kakak.”
“Nah, Novi pernah juga baca Cek; Ada seorang cowok yang
bilang ‘Tolong bantu kami menjaga nafsu kami’ akibat melihat foto-foto cewek .
Sebenarnya, tanpa melihat foto pun, seorang cowok bisa aja bernafsu hanya dari
membaca status cewek di medsos. Jadi, sebenarnya yang harus dididik itu
nafsunya si cowok itu yang harus dijaga, bukan matanya.”
“Bener banget tuh Cek. Sekarang, pertanyaannya adalah; ‘Apa
tujuan dia ngelihatin foto cewek dengan sengaja kalau memang dia tahu itu bisa
mengundang nafsunya?’ Apalagi kalau dia seseorang yang udah faham.”
“Tulah Cek. Ntahlah. Novi hanya ingin menginspirasi orang
lain dengan berbagi apa yang bisa Novi bagi Cek.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar