Rabu, 27 Mei 2015

Inspirasi: Guna Instagram

"Cek udah bikin Instagram?”
“Udah. Udah Novi follow pun Kakak. Tapi masih kosong melompong ya akunnya?”
“Nah, ini dia Cek, sebenarnya Kakak masih ragu tentang upload-upload-an foto ini. Baik nggak sih sebenarnya Cek?”
“Novi pun awalnya ragu Cek. Novi pernah baca-baca artikel kan dan ada 2 pendapat tentang sisi buruk dan sisi baiknya. Kalau yang buruknya, ada yang mengkhawatirkan akan menimbulkan nafsu cowok, takutnya wajah kita dimanfaatkan untuk situs-situs nggak bener atau diguna-guna gitu Cek.”
“Kakak berfikir gini Cek, kalau seseorang meyakini bahwa mengupload foto ke medsos itu nggak boleh, seharusnya dia pun nggak boleh menikmati hasil uploadan orang lain donk!”
“Maksudnya Cek?”
“Gini loh, misalnya Kakak meyakini bahwa mengupload foto itu nggak boleh, ya harusnya Kakak pun nggak boleh menikmati foto-foto orang lain sekalipun itu artis. Tapi, kalau Kakak suka lihat-lihat foto Oki, Bella, Shireen karena Kakak berkeyakinan bahwa mengupload foto itu nggak masalah selama itu bukan foto lebay atau terlalu dekat wajahnya. Gitu aja sih kalau menurut Kakak.”
“Nah, Novi pernah juga baca Cek; Ada seorang cowok yang bilang ‘Tolong bantu kami menjaga nafsu kami’ akibat melihat foto-foto cewek . Sebenarnya, tanpa melihat foto pun, seorang cowok bisa aja bernafsu hanya dari membaca status cewek di medsos. Jadi, sebenarnya yang harus dididik itu nafsunya si cowok itu yang harus dijaga, bukan matanya.”
“Bener banget tuh Cek. Sekarang, pertanyaannya adalah; ‘Apa tujuan dia ngelihatin foto cewek dengan sengaja kalau memang dia tahu itu bisa mengundang nafsunya?’ Apalagi kalau dia seseorang yang udah faham.”
“Tulah Cek. Ntahlah. Novi hanya ingin menginspirasi orang lain dengan berbagi apa yang bisa Novi bagi Cek.”

Tidak ada komentar: