Pada setiap hari di
hadapanmu ada saat-saat istimewa di pagi hari, juga di sore hari, serta di
saat-saat sahur. Di waktu-waktu itu jiwamu yang bersih bisa meninggi ke
langit dan engkau pun bisa mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Di
hadapanmu juga ada musim-musim ketaatan, hari-hari untuk ibadah, malam-malam
untuk taqarrub, yang telah diajarkan oleh kitab sucimu, juga Rasulmu
yang mulia. Maka jadilah engkau di waktu-waktu mulia itu sebagai orang yang
banyakak berdzikir, bukan orang yang banyak lalai. Jadilah orang yang banyak
beramal, dan bukan orang yang banyak malasnya. Manfaatkanlah waktu,
sesungguhnya waktu bagaikan pedang, jangan menunda dan berjanji ‘akan’, karena
tidak ada yang lebih berbahaya dari menunda-nunda.
(Hasan Al-Banna)
Tahun adalah batang pohon. Bulan adalah dahan-dahannya. Hari-hari adalah ranting-rantingnya. Jam-jam adalah daun-daunnya. Dan nafas-nafas adalah buah-buahnya. Barangsiapa yang nafas-nafasnya untuk ketaatan, maka buah pohonnya pasti baik. Barangsiapa yang nafas-nafasnya untuk kemaksiatan, maka buahnya pasti pahit. Musim panennya adalah hari pembalasan. Pada saat panen, di situlah akan jelas mana buah yang manis dan mana buah yang pahit. Maka bagaimanakah buah dari umur kita?. Sebelum usia kita berakhir, sebelum segalanya menjadi terlambat, dan agar kita tidak memanen usia dengan buah yang pahit di hari pembalasan, maka tanamlah di lahan-lahan waktu kita dengan pohon-pohon yang baik. Belajarlah kiat-kiat mendayagunakan waktu yang telah dipraktikkan oleh para salaf, generasi awal Islam. Karena mereka telah membuktikan, bahwa tidak ada waktu mereka yang berlalu sia-sia. Waktu mereka selalu terisi dengan ketaatan, kebaikan dan produktifitas.
(Ibnu Qoyyim)
dikutip dari: https://hayunhasanah.wordpress.com/2014/05/08/dua-nasihat-tentang-waktu/
(Hasan Al-Banna)
Tahun adalah batang pohon. Bulan adalah dahan-dahannya. Hari-hari adalah ranting-rantingnya. Jam-jam adalah daun-daunnya. Dan nafas-nafas adalah buah-buahnya. Barangsiapa yang nafas-nafasnya untuk ketaatan, maka buah pohonnya pasti baik. Barangsiapa yang nafas-nafasnya untuk kemaksiatan, maka buahnya pasti pahit. Musim panennya adalah hari pembalasan. Pada saat panen, di situlah akan jelas mana buah yang manis dan mana buah yang pahit. Maka bagaimanakah buah dari umur kita?. Sebelum usia kita berakhir, sebelum segalanya menjadi terlambat, dan agar kita tidak memanen usia dengan buah yang pahit di hari pembalasan, maka tanamlah di lahan-lahan waktu kita dengan pohon-pohon yang baik. Belajarlah kiat-kiat mendayagunakan waktu yang telah dipraktikkan oleh para salaf, generasi awal Islam. Karena mereka telah membuktikan, bahwa tidak ada waktu mereka yang berlalu sia-sia. Waktu mereka selalu terisi dengan ketaatan, kebaikan dan produktifitas.
(Ibnu Qoyyim)
dikutip dari: https://hayunhasanah.wordpress.com/2014/05/08/dua-nasihat-tentang-waktu/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar