Jumat, 27 Februari 2015

Inspirasi: Kain pengiring Manusia

Pada suatu pulang yang berulang, aku pernah bertanya tentang kain Jarik (baca: kain gendong) kepada mami lantaran seringnya ku dapati mami mempunyai kain Jarik baru, meskipun tidak selalu.

“Mi, kenapa sih kok suka kali punya kain Jarik gini? Ini masih baru kan?” tanyaku sambil mencium Jarik beraroma khas pakaian jawa itu.

“Kata orang, kain ini nggak pernah bisa lepas dari kita. Karena, sejak lahir sampai kita nggak ada, kain ini akan selalu mendampingi kita.”
Itu adalah jawaban yang kurang memuaskan akal sebenarnya, tapi cukup mengkayakan jiwa. Aku tersentuh mendengarnya dan tidak ingin bertanya apa-apa lagi lebih jauh.

Tidak ada komentar: