Minggu, 09 Agustus 2015

Santi Wahyufie (Writer from Malang City)

Baris sebelah kiri terhitung kursi nomor 6 dari baris pojok paling kanan. Yah itulah pertama kali aku mengenal mb Elysa. Disebuah lembaga bimbingan belajar. Selama berada di sana aku sama sekali tidak pernah akrab dengan mbak El, soalnya mbk El serius belajar terus sih. Mbak El itu cuek, gag ada ngomongnya sama sekali. *Etz itu kalau sama orang yang belum dikenal (Ya iyalah pastinya) Tapi dulu aku penasaran banget lho sama mbk El, dalam 1 kelas itu mbak El adalah satu-satunya orang yang yang memiliki aura wajah yang berbeda. Pokoknya (gag bisa digambarkan). Aku masih ingat lho ada salah satu kakak pengajar yang bilang kalau mbk El mirip sama kak Oki Setiana Dewi. *Bener banget tuh! kataku dalam hati. Lama berpisah ternyata Allah mempertemukan kami di awal tahun 2013; mbk El terbang ke Malang karena menang lomba cerpen di Brawijaya. Alhasil kami bertemu. Ternyata mbk El punya banyak cerita yang berhasil membiusku untuk selalu mencintai dunia literasi. (100815)

Sambutanku :
Santi adalah mutiara di dasar laut. Bercahaya, tapi belum memancar hingga ke permukaan. Masih butuh upaya untuk mengeluarkannya. *Mbak juga senang mengenalmu San... Santi juga harus tahu bahwa Santi pun punya aura 'cantik' itu. Dijaga ya hijabnya..hatinya.. tulisannya..semoga kita bertemu kembali di syurganya kelak.. aamiin. *Mbak cuma bisa bantu dorong santi dari kejauhan, selebihnya Allah yang menyempurnakan. Terimakasih ya San.. karena udah jadi tuan rumah yang sangat baik hati ketika mbak di Malang. ^_^

Silahkan berteman dengan Santi di sini : https://www.facebook.com/santi.diningsih

Tidak ada komentar: