“Emmm.. aku pernah baca cerita yang keren banget. Gini
ceritanya… seorang professor menyediakan pasir, kerikil, kopi dan bola kasti di
dalam kelasnya. Dia memasukkan bola kasti ke dalam sebuah ember hingga penuh.
Lalu dia bertanya kepada siswanya; ‘Sudah penuh kah ember ini?’ kata siswanya;
‘Sudah, Prof’. Tapi, ternyata belum. Ember itu masih bisa diisi kerikir. Terus
ditanya lagi kayak tadi, siswanya menduga itu sudah penuh. Ternyata ember itu
masih bisa diisi oleh pasir. Lalu professor itu menumpahkan pasir ke dalam
ember tadi hingga mengisi ruang kosong di dalamnya. Terakhir, barulah
diletakkan kopi di atasnya. Maknanya apa? Ketika kita punya skala prioritas
yang BESAR, maka hal-hal kecil lainnya akan otomatis terlaksana juga. Tapi,
kalau kita hanya memikirkan target-target kecil, maka target BESAR itu akan
tertinggal. Dan… sesibuk apapun kita, sempatkanlah minum kopi. Haha..” Teguh
tertawa renyah.
Kami pun ikut menertawakan kalimatnya.
“Kenapa mesti minum kopi pula?”
“Ya maksudnya tuh gini; Sesibuk apapun, sempatkanlah untuk
bercengkrama dengan sahabat kita. Jangan sampai kesibukan kita membuat kita
nggak punya waktu lagi untuk orang-orang tercinta,” lanjut Teguh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar