Sabtu, 19 Desember 2015

Inspirasi: Hangatlah seperti Hot Coffe


“Emmm.. aku pernah baca cerita yang keren banget. Gini ceritanya… seorang professor menyediakan pasir, kerikil, kopi dan bola kasti di dalam kelasnya. Dia memasukkan bola kasti ke dalam sebuah ember hingga penuh. Lalu dia bertanya kepada siswanya; ‘Sudah penuh kah ember ini?’ kata siswanya; ‘Sudah, Prof’. Tapi, ternyata belum. Ember itu masih bisa diisi kerikir. Terus ditanya lagi kayak tadi, siswanya menduga itu sudah penuh. Ternyata ember itu masih bisa diisi oleh pasir. Lalu professor itu menumpahkan pasir ke dalam ember tadi hingga mengisi ruang kosong di dalamnya. Terakhir, barulah diletakkan kopi di atasnya. Maknanya apa? Ketika kita punya skala prioritas yang BESAR, maka hal-hal kecil lainnya akan otomatis terlaksana juga. Tapi, kalau kita hanya memikirkan target-target kecil, maka target BESAR itu akan tertinggal. Dan… sesibuk apapun kita, sempatkanlah minum kopi. Haha..” Teguh tertawa renyah.
Kami pun ikut menertawakan kalimatnya.
“Kenapa mesti minum kopi pula?”
“Ya maksudnya tuh gini; Sesibuk apapun, sempatkanlah untuk bercengkrama dengan sahabat kita. Jangan sampai kesibukan kita membuat kita nggak punya waktu lagi untuk orang-orang tercinta,” lanjut Teguh.

Tidak ada komentar: