Kamis, 18 Februari 2016

Berumah tangga sukses dunia-akhirat



“Rin, Riiin. Mau dengerin ceritaku lagi?” tanyaku sambil menggoyang-goyangkan bahu Rini.
“Ceritalah! Tapi aku sambil merem yaa. Mataku pedih soalnya.”
“Gini Rin, tadi aku jumpa dengan seniorku yang angkatan 09. Dia aneh Rin, ketika dia menceritakan tentang kerusakan keluarganya ke aku tapi dengan ekspresi datar; sama sekali nggak tergambar di wajahnya kalau dia sedang menceritakan sesuatu yang sedih. Padahal, mataku aja udah berkaca-kaca loh! Aku berfikir, kuat kali lah Kakak itu. Dari wajahnya kita nggak akan ngira kalau keluarganya broken Rin, karena Kakak tu ceria aja. Tapi memang sih, Kakak itu mudah mengeluh. Hemmm… aku belum tentu bisa setegar dia kalau berada di posisinya. Rin, kita berdoa yaa, semoga nantinya keluarga yang kita bangun SUKSES dunia-akhirat. Nggak gagal apalagi kandas di tengah jalan kayak gitu.”
“Aamiin ya Allah.”

Tidak ada komentar: