Pagi ini, adalah pagi pada setahun yang lalu. Serupa pula
dengan setahun yang lalu sebelumnya. Menyambut pagi dengan debar-debar lama
yang baru lagi. Matahari sudah sedemikian terik untuk ukuran sepagi ini.
membangunkan mata yang masih menyipit. Rini belum turun juga dari kamar Andin
ketika aku sudah meninggalkan kosan, lalu aku pergi tanpa pamit kepadanya
“Mamake, langsung ke kosan Wiwik aja ya, di dekat kosan
Titin.”
Aku sedang dalam perjalanan ke sana. Melewati gang Damai
sekaligus membuatku berdoa agar dipertemukan dengan motornya Teguh yang
terparkir di pinggir jalan, berarti di sanalah kosan Yudi. Tapi, nyatanya tak
kutemui.
“Ah, mungkin mereka sudah menunggu di depan gerbang UNRI,
Arengka.”
Parahnya, aku berkesimpulan bahwa mereka sudah pergi dan
meninggalkan kami ketika tidak kami dapati tunggu mereka di tepi Arengka yang
telah dijanji. Eh, ternyata sampai di tempat, mereka belum tiba di sini.
“Squat Jump 10 kali!”
Aku menurut demi pembolehan memasuki ruangan. Masih persis
dengan tahun lalu, seleksi diawali dengan pembukaan oleh kepala Dipora Provinsi
Riau, pak Edi Yusti. Dilanjutkan dengan tes tertulis tentang wawasan umum,
kebaharian dan kemelayuan. Ah, bahkan soalnya menurutku sama. Sama sekali tidak
ada beda.
