Kamarku berserak banget. Udah hampir seminggu seperti ini. Baju-baju
yang telah disetrikan rapi jadi kusut kembali karena berserak di tempat tidur
dan ditiduri Rini. Agenda pagi ini adalah bersih-bersih kamar. Kakiku masih
sangat pegal sebenarnya sejak tes Lari dan Renang kemarin. Ini sedikit
menghambat gerakku. Semoga rasa sakit ini jadi penghapus dosa.
Okta memintaku segera ke BEM. Padahal tadi katanya dia udah di
tempat bang Hendra, ternyata Cuma ngibulin. Setengah jam kemudian aku baru tiba
di BEM dan inilah tanggapan Oktacek,
“Lama betuuuuuuul. Tadi Okta bilang 15 menit, ini dah hampir sejam
pula.”
“Kakak udah terlanjur merendam baju loh, Dek. Jadi, nyuci dulu,”
belaku.
Tiba-tiba Romi datang dan ikutan nimbrung,
“Iya si Elcek itu memang gitu, lama datangnya kalau udah janji.
Bener tuh, Taa..”
Grrrr! Aku jadi bahan bulian pula di sini. BEM sedang sangat rapi
karena ruangannya kosong setelah acara kemarin. Ini mereka sedang bersih-bersih
dan kami ngerumpi pula di tengah ruangan.
“Eh, pakai sertifikat juga, Kak?”
“Sebaiknya pakai Dek. Walaupun nggak diminta. Tapi, itu kan bisa
jadi bahan pertimbangan juga.”