Senin, 25 Mei 2015

Kita Sedang Tinggal di Dunia


Kamarku berserak banget. Udah hampir seminggu seperti ini. Baju-baju yang telah disetrikan rapi jadi kusut kembali karena berserak di tempat tidur dan ditiduri Rini. Agenda pagi ini adalah bersih-bersih kamar. Kakiku masih sangat pegal sebenarnya sejak tes Lari dan Renang kemarin. Ini sedikit menghambat gerakku. Semoga rasa sakit ini jadi penghapus dosa.
Okta memintaku segera ke BEM. Padahal tadi katanya dia udah di tempat bang Hendra, ternyata Cuma ngibulin. Setengah jam kemudian aku baru tiba di BEM dan inilah tanggapan Oktacek,
“Lama betuuuuuuul. Tadi Okta bilang 15 menit, ini dah hampir sejam pula.”
“Kakak udah terlanjur merendam baju loh, Dek. Jadi, nyuci dulu,” belaku.
Tiba-tiba Romi datang dan ikutan nimbrung,
“Iya si Elcek itu memang gitu, lama datangnya kalau udah janji. Bener tuh, Taa..”
Grrrr! Aku jadi bahan bulian pula di sini. BEM sedang sangat rapi karena ruangannya kosong setelah acara kemarin. Ini mereka sedang bersih-bersih dan kami ngerumpi pula di tengah ruangan.
“Eh, pakai sertifikat juga, Kak?”
“Sebaiknya pakai Dek. Walaupun nggak diminta. Tapi, itu kan bisa jadi bahan pertimbangan juga.”