Aku menamai sifatku ini Terlalu Optimis, tapi nggak logis.
Kadang, di beberapa kesempatan, aku memang sering beruntung dan mendapatkan miracle. Dan, nggak jarang juga aku
bernasib sial karena kehilangan kesempatan. Kemarin, aku terlalu yakin bisa
menyelesaikan proposal itu dalam sekejap mata dan baru hari Jumat kemarin aku
tersadar bahwa hari ini adalah hari Sabtu; kesempatan terakhirku untuk
mendaftar ujian proposal. Nyatanya apa? Keoptimisanku itu lesap seketika. Yang
tersisa tinggallah penyesalan diam-diam dan berusaha pura-pura tidak menyesal.
Inilah aku yang ku akui.
“Elis harus merubah kebiasaan Elis menunda. Karena belum
tentu nantinya Elis selalu beruntung. Kalau nggak beruntung gimana? Mau
diperbaiki, Elis udah nggak punya waktu lagi. Kalau cepat selesai kan cepat
disempurnakan lagi.”
Yap, intinya adalah cepat
menyelesaikan supaya sempat memperbaiki.
