Jumat, 21 Agustus 2015

Semuanya Bermula dari Gigi



HPku bergetar. Ku picingkan mata. Ternyata Novi yang menelvonku…
Ku reject panggilannya. Malu kalau ketahuan baru bangun. Hikksss. Eh, udah jam 9.08wib ternyata. Hoaaammm. Aku langsung ngacir kekamar mandi. 15 menit kemudian, aku melaju menuju kosan Novi. *eh, semoga 15 menitnya emang pas ya.
“Heiii,” sapa Novi yang ternyata udah ready di depan kosnya.
“Maap ya Cekkk.. Tadi eke ngetik sampai ketiduran. Hiksss. Waktu Novi SMS itu baru aja bangun.”
“Huuu…pantesan kok Novi SMS nggak ada direspon.”
“Rok Novi dipegang ya, awas masuk ke dalam rantai.”
“Iya Cekkk..”
Tidak ada hal yang lebih membahagian selain dari mampunya kita menolong orang lain, menurutku. Karena, kalau hidup cuma sekedar untuk diri sendiri, terlalu luas rasanya dunia ini untuk dipeluk sendiri dan terlalu kerdil rasanya akhirat nanti untuk dikejar sendiri. Terimakasih ya Allah untuk selalu membuatku bermanfaat dengan hadirnya mereka yang membutuhkanku...