Mungkin karena kita terlalu dekat, kita tidak pandai lagi
membedakan mana hal yang harus dipuji dan mana hal yang harus diperingati.
Semua hal tentangnya seolah-olah menjadi biasa saja dimata kita; obrolan yang
biasa, prestasi yang biasa, perjuangan yang biasa, bahkan luar biasa pun
dianggap biasa. Itulah kita. Mungkin kita melihat terlalu dekat dan butuh
mundur sedikit supaya bisa melihat kesempurnaan itu.
Aku bukan orang yang haus pujian. Tapi itu tidak berlaku
untuk orang-orang yang dekat denganku. Kekuatanku ada pada mereka. Maka, ketika
tiba saatnya aku lelah, aku sangat berharap mereka mendukungku. Kalaupun
mengkritik, silahkan saja! Tapi bukan kritikan asal jadi yang semakin
merendahkan hati. Karena, aku tidak pernah main-main dengan pertanyaanku; “Bagaimana
penampilanku tadi? Apa yang harus diperbaiki? Bagian mana yang bagus dariku?”
Sejak kecil, aku memang selalu ingin ditunjukkan tentang ‘kelebihanku’
disamping pengkritikan terhadap ‘kekuranganku’.
