“Haiii Elisssss?” suara Okta berganti dengan suara seorang
wanita di seberang sana. Sepertinya aku mengenal suara ini.
“Kak Viviiiinnn? Apakabar Kakkk? Sedang ketemuan sama Okta
ya Kak?”
“Kabar Kakak baik Lisss.. Iya nih, Kakak kan sedang ngeMC di
SKA, kebetulan Okta main-main ke sini makanya ketemu. Ada Joni juga ni di
siniii. Heemmm.. Elis sedang ngapain niii?”
“Sedang nulis Kaakkk.. ehhe.”
“Emang ya, salut banget dengan kegigihan menulisnya Elisss
nihh! Ajarkanlah Kakak juga Dek, biar ketularan rajin nulisnya.”
“Elis rajin nulis dan Kakak rajin ngomong. Ya kan Kak?
hehee. Kakak tuh,gigih banget ngomognya, ke mana-mana ngeMC terussss.”
“Hahhaah..iya ya, Kakak rajin ngomong sedangkan Elis rajin
nulis. Gituu yaaa. Eh, tapi kayaknya jarang Elis share-share lagi ya tulisannya
di FB? Kalau kemarin kan sering banget tuh linknya di share ke FB.”
“Hhehe, iya Kak, sekarang memang jarang, tapi nulis dan
postingnya tetap kok Kak. Soalnya Elis udah punya pelanggan tetap Kak, alias
pembaca rahasiaa. Jadinya nggak perlu dishare lagi karena mereka udah otomatis
membaca. Hihiii.”
“Weewww, ngeriii dannkkk. Salut lah pokoknya dengan Eliss.
Eh, nih-nih si Ariii,” kak Vivin langsung menyerahkan HPnya kepada Okta,
mungkin waktu breaknya usai dan dia akan kembali manggung.
Ya Allah… aku semakin yakin bahwa KESUKAANku ini sangat
berharga. Setiap kali berhenti memposting, selalu saja ada yang menagihnya.
Dan, bahkan lebih dari itu, ternyata beberapa orang sudah ku ketahui rajin
membaca tulisanku. Aku yakin, masih ada banyak lagi yang diam-diam MEMBACAku
tapi belum ku ketahui siapa orangnya. Ya Allah, bantu hamba untuk terus menerus
MENYUKAI KESUKAAN ini. Karena aku yakin, akan ada OPEN RECRUITMENT-Mu pada
kesukaanku ini. aamiiin..amiin.. aamiiin.