Usai membaca tulisannya yang luar biasa itu, aku langsung
menarikan jemariku di laptop ini. Baru nyadar, kalau aku udah berhari-hari
nggak nulis diary. Bahkan, tentang hari ulang tahunku pun belum. Teguh sampai
menagihnya tadi. hiksss. Memang, ini adalah kesulitan yang sering kali ku
rasakan; ketika tanganku berjeda untuk menulis karena kesibukan lainnya,
biasanya jeda tadi akan berketerusan menjadi kemalasan. Contohnya ya beberapa
hari ini.
“Yang harus diinsyafi itu bukan hanya KESOMBONGAN terhadap harta, tapi
juga terhadap kesombongan tentang ingatan dan penundaan,” gumamku dalam hati.
Karena aku merasa mempunyai daya ingat yang tinggi terhadap
kejadian sehari-hari, kadang aku sering menyepelekan untuk segera menyelesaikan
diary hari itu juga. Ya Allah, maafkan aku. Apa jadinya kalau Engkau mengambil
ingatan-ingatan ini dariku seketika? Tentu aku tak berdaya pada akhirnya.