Sabtu, 05 Desember 2015

Nasehat: Penundaan pun harus Diinsyafi

Usai membaca tulisannya yang luar biasa itu, aku langsung menarikan jemariku di laptop ini. Baru nyadar, kalau aku udah berhari-hari nggak nulis diary. Bahkan, tentang hari ulang tahunku pun belum. Teguh sampai menagihnya tadi. hiksss. Memang, ini adalah kesulitan yang sering kali ku rasakan; ketika tanganku berjeda untuk menulis karena kesibukan lainnya, biasanya jeda tadi akan berketerusan menjadi kemalasan. Contohnya ya beberapa hari ini.
“Yang harus diinsyafi itu bukan hanya KESOMBONGAN terhadap harta, tapi juga terhadap kesombongan tentang ingatan dan penundaan,” gumamku dalam hati.
Karena aku merasa mempunyai daya ingat yang tinggi terhadap kejadian sehari-hari, kadang aku sering menyepelekan untuk segera menyelesaikan diary hari itu juga. Ya Allah, maafkan aku. Apa jadinya kalau Engkau mengambil ingatan-ingatan ini dariku seketika? Tentu aku tak berdaya pada akhirnya.