Menembus tembus garis pandang
Menebas batas ruang jenuh
panas-dingin
Tempat angin menyeka peluh
matahari
Di situ pula Nimbus berarak-arak
Harapan jadi penantian
Supaya padi di sawah menghijau
semula
Ternak-ternak sekarat cepat
bernafas lagi
Sebab dikecewakan keserakahan
penjahat zaman
Hujan terakhir telah lama pergi
Siapa kira Nimbus yang membawanya
kemari
Hidupkan lagi mimpi-mimpi mati
suri
Kepada
takdir kemudian dinaungkan
#Puisi Hujan, Januari 2015
Puisi ini terpilih sebagai kontributor Antologi Puisi 'HUJAN' oleh Rasselea Publishing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar