Minggu, 21 Desember 2014

Hujan pun Pernah Kecewa


Nimbus telah pulang

Menembus tembus garis pandang

Menebas batas ruang jenuh panas-dingin

Tempat angin menyeka peluh matahari

Di situ pula Nimbus berarak-arak

Di atasnya. Warna langit terbendung mendung. Merajai ketinggian

Berita hujan telah sampai ke bumi

Harapan jadi penantian

Supaya padi di sawah menghijau semula

Ternak-ternak sekarat cepat bernafas lagi



Sebab dikecewakan keserakahan penjahat zaman

Hujan terakhir telah lama pergi

Siapa kira Nimbus yang membawanya kemari

Hidupkan lagi mimpi-mimpi mati suri

Kepada takdir kemudian dinaungkan
#Puisi Hujan, Januari 2015
Puisi ini terpilih sebagai kontributor Antologi Puisi 'HUJAN' oleh Rasselea Publishing

Tidak ada komentar: