Sabtu, 21 Februari 2015

Siapalah Aku Mencemburuimu?

Siapalah aku mencemburuimu?
Kita bertemu adalah setahun lalu
Dalam jumpa yang menyatu
2 tahun sebelumnya masih sapa-salam senyum-santun
Sudah. Aku tahu baikmu. Kamu kenal aku. Sudah
Hanya di situ.

Siapalah aku mencemburuimu?
Akrabmu dengan siapa pun tak jadi soalku dulu
Aku-kamu, hanya 1 1 yang sedang 2 sementara
Aku butuh, lalu mendatangimu
Kau tak ada sengaja, saat bertemu-ku
Sapamu kapan saja terasa hangat sangat

Siapalah aku yang mencemburuimu?
Detik menarik tapak beda kita yang rupanya sama arah
Aku-kamu jadi cerita
Yang lalu telah berlalu, yang datang telah ku sambut
Kaulah itu
Kita bertukar tawa dan air mata juga cinta di sana


Siapalah aku yang mencemburuimu?
Soal yang dulu tak jadi soalku kini men-soali-ku
Cemburu mengguru saat nama-nama lalu kau dengung-merdu
Aku bukannya membendung jarak, cuma jadi teringat yang dulu terserak
Kau menyebut mereka, aku tak menyebut siapa-siapa
Aku tak punya siapa.

Siapalah aku mencemburuimu?
Aku tak pernah pandai bermain di antara
0% atau 100%. Itu saja pilihannya
Kau sekarang adalah 100%ku bagiku
Maka aku ingin 100% juga bagimu
Berilah mereka yang lain 99% saja
Tolong istimewakan aku di 1% yang lebih!
Aku tak ingin bersejajaran dengan lainnya
Apalagi bersamaan dalam se-urusan senyummu yang dibagi-bagi
Aku tak pandai berbagi dan dibagi sama rata
Apalagi olehmu

Siapalah aku mencemburuimu?
Jika kau tak pandai melebihkanku
Maka aku yang belajar pandai mengurangimu
Sulit syaratnya jika berdekatan denganku
Tapi aku begitu karena aku mampu berbalas begitu

Siapalah aku mencemburuimu?
Aku si baru dalam hidupmu
Sedang mereka si lama dalam hidup lama dan barumu
Kau tentu memilih mereka itu
Terserah padamu
Kemarin, dulu, kini mungkin akan jadi sendiriku
Lagi dan begitu

Siapalah aku mencemburuimu?
Aku tak ingin bersejajaran, berbandingan, berdampingan, bersampingan
dengan mereka-mu!!!

#Akibat Sebuah Sore, Februari 2015

Tidak ada komentar: