Sabtu, 04 April 2015

Inspirasi: si Ahli dan si Pembelajar

Assalamualaikum cinta...
aku tahu dirimu sudah terlelap disana.
hari ini dan kemarin aku sudah sangat banyak berceloteh tentang kebingungan2ku, gak cuma itu.....emmm semuanya lah pokoknya.
makasih ya, udah jadi keajaiban buatku.
ntah udah berapa kali (selama kita bersama), kita ngunjungi tempat yang gak pernah aku bayangkan.. so sweet.hihiii...kamu memang bukan ahli, tapi kamu AJAIB. saat ini, aku pengen ceriiiiiitaaa lagi. tapi sudahlah. besok saja. kamu pasti akan membaca tulisanku ini juga.


hemm...kamu tahu gimana aku udah pindah jalur dari mimpiku semula.
dan...... sekarang mulai kembali lagi ke jalur awal. (sastra-ilmiah-sastra)
aku baru sadar, aku belum banyak tahu di sini.
PENERBIT, PERCETAKAN, ISBN, EDITING, LAYOUT, bla bla bla, aku belum banyak tahu.


Tapi aku mau ke arah itu, jadi (you know me ..lah), aku pasti akan pake jurus "kepo"ku itu.
seperti yg pernah ku ceritakan juga, banyak diantara mereka yang menyambut, banyak juga yang sekedarnya saja. Padahal, aku bener-bener cuma mau cari tahu loh (namanya juga aku belum ngerti). eh, ada juga yang sampek begitu marah dan ketus meresponku. sedih? ya pastilah. makanya aku pengen banget cerita. hemm... aku perhatikan, ada 2 kesenjangan antara si 'AHLI' dengan si 'PEMBELAJAR' (ini mungkin bisa diumpakan seperti kesenjangan si kaya dan si miskin di negeri ini)

1. si pembelajar
*karena merasa banyak belum tahu, ia sangat gigih bertanya ke banyak orang. niatnya hanya 1: mau belajar. (jika kamu tidak tahu, maka tanyakanlah pada orang yang berpengetahuan).
*kalau disambut baik, ia akan bersyukur dan mungkin mendoakan kesuksesan untuk si AHLI yang rendah hati dan suka berbagi itu.
*kalau dicuekin, paling2 dia hanya bisa bersabar (sadar kalau kelak dirinya jadi AHLI, ia tidak boleh seperti itu). akhirnya ia jadi tahu perbedaan antara 2 sosok 'ahli' tapi punya nilai yang berbeda itu.
*kalau gak ketemu 'ahli' yang dicari, mungkin ia akan diam-diam belajar sendiri. mengamati dari apa yang bisa diamatinya.
*jadi orang yang sangat terbuka (ngarep bisa deket dengan orang pinter) : "hey? selamat ya udah menang kemarin. boleh donk, ntar tanya-tanya ilmunya nih?". kalau mereka merespon dengan ramah: "yess!!! dia masuk perangkap,,hehhe. akhirnya kesampean juga berteman dengan orang sehebat dia.siap-siap catatan, ambil ilmu dan hikmah yang dia punya".
*kalau si ahli nunjukin gelagat gak beres (gak mau deket, gak mau banyak ditanya-tanya, gak suka berbagi) : "hey? selamat ya udah menang kemarin. semoga aku bisa kayak kamu juga!". simpel. cari lagi guru lain. masih banyak kok mereka yang rendah hati. temukan mereka!!! mereka ada dimana-mana


2. si ahli
* karena merasa sudah banyak tahu, ia gak gigih lagi mencari ilmu (stagnan). ini musuh besar orang yang ingin sukses sebenarnya.
* kadang, muncul egonya yang gak mau dengerin pendapat orang lain karena merasa lebih ahli.
* Kadang, ketika si pembelajar menanyakan hal bodoh (menurut versi si ahli), ia menilai si pembelajar seperti orang yang terlalu banyak tanya dan malas berusaha sendiri ("helllooo, usaha donk. gue juga gak tiba2 kok jadi ahli begini," mungkin gitulah kalimatnya).
* atau kasus lain, dia menilai si pembelajar sedang mengetes/mengukur keahliannya ("heloooo... lo pikir gue gak faham dengan bidang ini? udah dijelasin malah ngeyel pula," gitulah kira2 kalimatnya).padahal, bisa jadi si pembelajar emang belum faham dan pengen tahu lebih. hemmm... kasihan banget ya. semoga ketemu 'guru' yang lebih mengayomi lagi.
*kalau suatu saat si pembelajar datang lagi ("ah, sudahlah! tak perlu dihiraukan. dia tidak memberikan manfaat apa-apa".) heeiitt,,, nanti dulu. siapa yang jami? roda terus berputar loh. hukum kurma juga.hehe


itulah kira-kira ulasan konyolku, cint... kamu pasti akan manggut-manggut kalau denger aku langsung. trus, ujung-ujungnya komen "hemm...iya ya cin? bener juga yang mu bilang."
but, its okay, aku akan selalu percaya dengan teori "KESUNGGUHAN NIAT" kita itu. Mungkin belum sekarang, tapi aku yakin akan tiba masanya kita akan bertemu dengan 'MEREKA' yang dikirimkan Allah untuk tulus berbagi dengan kita.
akan semakin kaya bagi yang gemar memberi, akan semakiin luas rezeki bagi yang rendah hati... kitakah sang pembelajar itu?

Tidak ada komentar: