“Eh, sebenarnya yang koe baca krusak-krusuk-krusak-krusuk
pas imam baca surat pendek itu apa El?” tanya mami.
“Maksudnya Mi?”
“Waktu imam sedang baca surat pendek, koe baca apa?
Alfatiha?”
“Iya. Kan dulu Papi ngajarinnya gitu kan?”
“Kan waktu itu udah dikasih tau lagi kalau yang bener tu
nggak kayak gitu.”
“Jadi gini, sewaktu imam menziharkan suara (mengeraskan),
maka kita harus mengikuti bacaan imam. Jadi, waktu imam baca Alfatiha, kita pun
baca begitupun kalau imam baca surat pendek. Jadi, sewaktu imam ada kesalahan
bacaan, kita langsung nyambung dan bisa memperbaiki. Kalau misalnya kita aja
sibuk baca Alfatiha, gimana kita bisa menyimak bacaan imam? Kalau kita nggak
tahu surat apa yang dibaca sama imam, minimal kita mendengarkannya. Kan berpahala
juga,” jelas papi dengan mantap.
Aku menyimak penjelasan papi itu. kemudian
melanjutkan mengaji. Biasanya ketika imam membaca Alfatiha, aku merenungi
terjemahnya. Tapi, yang dibilang papi emang bener juga, kalau kita nggak menyimak, gimana kita bisa memperbaiki?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar