Sabtu, 26 Desember 2015

Nasehat: Sadar lewat Kebaikan orang

Aku jadi teringat lagi dengan Rini dan bernostalgia tentang kenangan bersama Rini dengan menceritakannya kepada Lia.
“…intinya Cin, Rini itu adalah orang yang nggak butuh orang yang bersalah kepadanya meminta maaf kepadanya. Dia udah memaafkan orang itu sebelum orang yang bersangkutan minta maaf. Mulia banget kan Cin? Setelah bertahun-tahun sekamar sama Rini, aku baru sadar kalau aku ini jahat banget. Kadang itulah yaa, kita justru tersadarkan bahwa diri kita ini jahat lewat kebaikan orang lain kepada kita. Benarlah kalau ada yang bilang; ‘Dibalik suami yang sukses, ada perempuan yang hebat’, nah kalau aku dan Rini gini kalimatnya; ‘Dibalik sosok yang sukses, ada teman sekamar yang hebat!’. Hehe.”
“Waaahhh… iya yaaa Cin. Bener banget tuuuhhhh! Luar biasa banget si Cin Rini tu yaaa.”
“Iya Cin. 80% dari kesuksesanku itu ya karena dia udah melengkapiku Cin. Aku nol besar deh kalau nggak ada dia Cin. Pengen banget suatu hari nanti ku tulis di FB atau Instagram tentang Rini; ‘Rin, aku Rindu dengan keajaiban bersamamu. Aku rindu ketika aku pergi, kosan dalam keadaan berantakan dan ketika aku kembali semuanya udah bersih. Aku rindu ketika kamu selalu setia duduk di motorku untuk ikut ke mana pun aku pergi. Aku rindu untuk bercerita konyol ke Rini dan dia nggak pernah marah. Pokoknya aku kangen semua keajaiban ketika aku bersamanya , Ciiiin.”

Tidak ada komentar: