Perutku lapar banget. Tadi sempat nggak mau makan siang aja karena belum terasa lapar. Eh, pas mau makan Papi nelvon. Bingung. Kalau ku angkat sambil makan, ntar aku dimarah baru makan siang jam segini dan lebih takut lagi kalau ditanya makan pake apa. Jadi, makan ku tunda dulu dan telvon ku angkat.
"Pi, masih teringat setahun yan glalu di tanggal yang sama, El menghadiahi Papi dengan kabar gembira; El juara 3 MAWAPRES dan diundang ke Thailand. Tahun ini, El akan mengabarkan bahwa acara penganugerahan tadi lancar dan sangat meriah. Meskipun El nggak di posisi sebagai juara di sana, tapi setidaknya El menjadi ketua pelaksana tahun ini."
"Berarti posisimu tertinggi di kepanitian ya?"
"Iya donk! El gitu loh. La jadi?"
"Ah, kok kayaknya mustahil ya? Jangan-jangan kamu seksi konsumsi nggak?"
"La jadi?"
"Kalau di rumah hemm.. tidur aja kerjanya. Ngeleler geraknya (baca: lelet)..."
"Pi, masih teringat setahun yan glalu di tanggal yang sama, El menghadiahi Papi dengan kabar gembira; El juara 3 MAWAPRES dan diundang ke Thailand. Tahun ini, El akan mengabarkan bahwa acara penganugerahan tadi lancar dan sangat meriah. Meskipun El nggak di posisi sebagai juara di sana, tapi setidaknya El menjadi ketua pelaksana tahun ini."
"Berarti posisimu tertinggi di kepanitian ya?"
"Iya donk! El gitu loh. La jadi?"
"Ah, kok kayaknya mustahil ya? Jangan-jangan kamu seksi konsumsi nggak?"
"La jadi?"
"Kalau di rumah hemm.. tidur aja kerjanya. Ngeleler geraknya (baca: lelet)..."