"Assalamualaikum…” Rini pulang.
“Waalaikumsalam.”
“El udah sholat Zuhur?”
“Udah. Rini?”
“Udah jugak. Emanglah ya, kabinetnya
Bang Zulfa kemarin nggak tergantikan. Yang sekarang ini jauh lebih hancur.”
“Loh, kok Rini bicara gitu?
Memangnya Rini ada ngikutin acara BEM?”
“Tadi kan aku ke seminar itu dulu di
rektorat. Barulah ke puskom setelah aku ngerasa boring.”
“Loh? Jadi jugak Rini ke sana tadi?”
“Iya, kan tadi udah ku bilang bah!
MC dan moderatornya gagok-gagok ngomongnya (baca: tergagap). Bagusanlah El dan
Okta lagi. Pematerinya pun terlambat datangnya. Terus, yang dibahas itu bukang
tentang PENTINGNYA reproduksi wanita tapi GIMANA reproduksi wanita.”
“Lah? Kalau bagaimana itu kan kita
udah tahu dan udah belajar sejak SMP pun. Aku juga udah sering kali ikut
seminar yang tentang organ reproduksi wanita.”
“Itulah makanyaaaaa. Pokoknya nggak
dapatlah poinnya. Tapi, untungnya pesertanya ramelah tadi.”
“Mungkin karena gratis nggak?”
“Mungkin juga. Masa ada senam
pinguinnya juga coba? Kan jadinya riuh gitu, aku nggak mau goyang-goyang tadi.
Pura-pura ngerekam aja. Boring kali lah pokonya tadi.”
“Siapa MCnya tadi Rin?”
“Nggak tahu juga siapa. Kayaknya
angkatan 2013.”
“Ohh.. berarti mereka masih baru
belajar tu Rin.”
“Mungkin. Memang lah, MC tu enaknya
yang suaranya berat. Kalau cempreng itu sakit telinga dibuatnya.”
“Bener Rin. Suaraku pun cempreng
kalau nggak dibantu sama mic. Beda dengan suaranya Okta yang memang udah berat
dan bulat. Suaraku ini nggak bisa menjangkau suara yang riuh, susah, sakit
leherku kalau ku paksakan. Okta, Vera, Key, Ditra itu memang udah kece banget
lah orang tu jadi MC.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar